Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sedikitnya 5000 Orang Ditangkap Terkait Bom Pakistan

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Selasa, 29 Maret 2016 |20:32 WIB
Sedikitnya 5000 Orang Ditangkap Terkait Bom Pakistan
Pakistan menangkap 5000 orang terkait serangan bom pada Minggu 27 Maret (Foto: Mohsin Raza/Reuters)
A
A
A

ISLAMABAD – Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif bersumpah untuk melakukan operasi anti-terorisme besar-besaran usai serangan bom menewaskan sedikitnya 72 orang di Lahore pada Minggu 27 Maret 2016. Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak dan perempuan.

Sumpah tersebut dikeluarkan Sharif pada Senin 28 Maret bersamaan dengan dimulai operasi penangkapan. Hasilnya, sedikitnya 5000 orang ditangkap terkait serangan bom tersebut dalam operasi yang telah berlangsung selama dua hari itu.

Pejabat Provinsi Punjab, Rana Sanaullah, mengatakan sebagian besar orang-orang yang ditangkap telah dibebaskan oleh pihak penyidik. Tersisa 216 orang yang diduga terkait dengan insiden tersebut tetap ditahan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kita baru akan mengetahui mereka yang terlibat dalam pengeboman setelah investigasi lebih lanjut. Jika seseorang terbukti bersalah, tentu saja kami akan segera menjatuhkan dakwaan,” ujar Sanaullah, dilansir Reuters, Selasa (29/3/2016).

Sanaullah mengatakan sedikitnya dilakukan 160 operasi penggerebekan sejak diumumkan oleh Perdana Menteri Nawaz Sharif. Operasi dilakukan oleh gabungan pihak kepolisian, detasemen anti-teror, dan juga agen-agen intelijen. Tentara juga akan dilibatkan dalam operasi tersebut di waktu yang akan datang.

“Operasi ini akan melibatkan semua aparat penegak hukum,” pungkasnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement