Pemkot Kediri Larang Beri Uang ke Pengemis

Hari Tri Wasono, Jurnalis
Selasa 26 Februari 2008 20:21 WIB
Share :

KEDIRI- Meski masih menjadi pro kontra di kalangan aktivis HAM, Pemkot Kediri memberlakukan larangan memberi uang kepada pengemis dan anak jalanan yang beroperasi di jalan raya.

Tak tanggung-tanggung, Pemkot memasang papan peringatan di setiap perempatan lampu merah yang menjadi tempat para pengemis bekerja.

Papan peringatan berukuran 1x2 meter yang terbuat dari plat besi itu tersebar di 5 titik jalan utama Kota Kediri. Diantaranya terpasang di perempatan Jl Doho dan alun-alun kota yang memang menjadi lokasi utama para pengemis. Tepat di lokasi pandangan utama para pengendara, tertulis peringatan berbunyi "STOP memberikan uang kepada pengemis dan anak jalanan,".

Pemasangan papan peringatan itu tak pelak membuat ciut nyali para pengemis untuk tetap meminta-minta di jalan raya. Bahkan menurut data Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos) Pemkot Kediri, jumlah pengemis berkurang drastis dari sebelumnya yang mencapai 250 orang setiap hari. Karena itu Pemkot akan terus mensosialisasikan peringatan tersebut kepada masyarakat agar para pengemis benar-benar kapok.

"Papan peringatan itu sangat efektif untuk menekan jumlah pengemis yang mencapai 250 orang setiap harinya. Gerakan ini harus didukung masyarakat," ujar Sekretaris Daerah Hasyim Nawawi yang juga mantan Kepala Dinsos, Selasa (26/2/2008).

Pemasangan papan larangan tersebut menurutnya salah satu cara untuk menekan jumlah pengemis dan anak jalanan di Kota Kediri. Selain itu, pihaknya setiap hari selalu memberi jatah Rp100.000 kepada 1-7 pengemis yang diamankan di kantor Dinsos.

Jumlah tersebut semakin membengkak seiring semakin banyaknya jumlah pengemis yang beroperasi di Kota Kediri.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan pembangunan barak penampungan para gelandangan. Proyek itu sudah dianggarkan dalam APBD 2008 senilai Rp1,2 miliar dan pembangunannya akan segera dimulai. Selama ini setiap gelandangan dan pengemis yang ditangkap selalu dilempar ke luar kota. Tak jarang mereka kembali lagi ke Kediri untuk menjadi pengemis.

Sementara itu pemasangan papan larangan memberi uang kepada pengemis itu mendapat dukungan dari masyarakat. Mereka juga mengaku gerah dengan ulah para pengemis dan pengamen yang secara fisik masih cukup sehat untuk bekerja. Apalagi setiap hari jumlah mereka semakin banyak tersebar di tempat-tempat umum.

"Saya justru senang kalau mereka dilarang. Bukannya pelit, tapi kalau setiap hari minta kan keterlaluan," ugkap Budianto, karyawan pabrik yang setiap hari melintas di perempatan JL Doho.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya