MOJOKERTO - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto kesulitan untuk melakukan sweeping terhadap anggota FPI. Pasalnya, sebelum aksi sweeping ini dilancarkan, anggota FPI terlebih dulu mencopoti atribut organisasinya. Akibatnya, sweeping yang dilakukan Selasa malam hingga pagi tadi, sama sekali tidak membuahkan hasil.
Koordinator Departemen Pengkajian Strategis GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Muhammad Kanzul Irfan, Rabu (4/6/2008), pihaknya memang gagal dalam sweeping hingga tadi pagi. Menurutnya, pihaknya kesulitan untuk menemukan aktivis FPI yang tersebar di Desa Kedung Maling Kecamatan Brangkal, dan kecamatan Gedeg. "Padahal saat pengintaian pertama tadi malam, atribut itu masih ada,'' katanya.
Kondisi ini memaksa pihaknya untuk tidak melakukan apa-apa, meski sebelumnya diketahui jika di dua wilayah ini tersebar banyak anggota FPI. ''Kita tak bisa menangkap jika tak ada atribut. Kalau kita paksakan, nanti kita malah dituding salah sasaran,'' ungkapnya.
Untuk menindaklanjuti kegagalan ini, dia mengaku akan tetap memberikan tekanan agar organisasi FPI dibubarkan. Menurut dia, ratusan massa GP Ansor akan dikerahkan untuk menggelar aksi demo di Mapolres Mojokerto. Tujuannya, agar FPI segera dibubarkan. "Agar tidak ada anarkis lagi di negeri ini yang mengatasnamakan agama,'' tukasnya.
(M Budi Santosa)