PASURUAN - Website resmi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan ngadat lagi. Proyek bernilai ratusan juta yang diambil dari APBD II tersebut kini terbengkalai sehingga berpotensi merugikan keuangan negara (daerah).
Tidak kunjung berfungsinya kembali situs resmi pemkab Pasuruan selama kurang lebih dua bulan terakhir patut disesalkan. Sebab, anggaran yang digunakan untuk membuat sekaligus memelihara situs tersebut tidak sedikit. Informasinya, mencapai Rp 200-an juta yang diambil dari anggaran daerah. Tapi pada kenyataannya, situs yang digembar-gemborkan menjadi corong atau ujung tombak informasi sekaligus sarana publikasi pemerintah itu malah tidak bisa difungsikan.
Beberapa surfer yang ingin melihat gambaran kabupaten Pasuruan melalui internet tentu menjadi kecewa. Upaya penelusuran menggunakan situs pelacak (searching web) seperti Yahoo dan google telah dilakukan. Tapi begitu mendapat alamat situs resmi kabupaten pasuruan yang terlacak dengan alamat www.kabupaten-pasuruan.go.id ternyata sudah expired (kadaluarsa). Ada kesan website tersebut sudah tidak lagi digunakan oleh pemkab.
"Aneh, biaya untuk membuat dan mengelola website itu tidaklah murah. Nilainya mencapai ratusan juta, tapi kenapa malah ngadat begini," kecam Subkhan, salah satu browser warga Kabupaten Pasuruan yang siang kemarin berniat mencari data seputar kabupaten Pasuruan untuk kebutuhan karya tulisnya, Sabtu (26/7/2008).
Browser atau surfer yang kecele mungkin tidak hanya Subhan, puluhan, ratusan atau bahkan ribuan netters yang ingin menjelajah segala hal di kabupaten Pasuruan dengan cara masuk ke alamat website resmi kabupaten pasuruan diyakini juga ikut kecele. Terlebih website yang menurut keterangan kepala bagian Infokom Kabupaten Pasuruan Nasrullah sudah berusia 5 tahunan ini telah dua bulan lebih ngadat alias tidak bisa diakses oleh netters.
"kasus seperti ini sepertinya sudah berulangkali terjadi. Lalu buat apa pemerintah terus-terusan mengajukan anggaran untuk pengelolaan website jika prakteknya tidak digunakan. Jangan-jangan dananya menguap,� kecam Ubaidillah, netters asal Bangil mengaku kecewa.
Dikonfirmasi terkait masalah ini, Kabag Infokom Nasrullah berkilah tidak tahu menahu. Dia beralasan tidak bisa dibukanya website resm pemkab hanya bersifat sementara. Pasalnya, materi dan format untuk mengisi website saat ini masih proses up date.
"Masak tidak bisa. Bisa ah…," jawabnya saat dikonfirmasi.
Kabag infokom berdarah Madura ini seakan tidak yakin meski berulangkali dikatakan website yang dimaksud benar-benar ngadat dan tidak bisa diakses. Apalagi saat ditanya bahwa informasi dari masyarakat menyebut kondisi itu sudah berlangsung lama.
"Atau mungkin saat ini sedang dalam proses perbaikan," jawabnya.
(Hariyanto Kurniawan)