JAKARTA - Lebih dari 50 artis saat ini menjadi calon legislatif (Caleg) yang dicalonkan sejumlah partai politik besar. Melihat kenyataan ini, PNI Marhaenisme mengaku tidak gentar.  Sebab, PNI lebih mengutamakan kader atau masyarakat yang ingin berjuang membela rakyat.
"PNI Marhaenisme punya konsep tentang pencalegan. PNI tidak berselera untuk menjadikan artis sebagai caleg. Masih banyak kader PNI yang bisa jadi caleg. Kalau artisnya kader PNI itu tak masalah," ujar Pemenangan Pemilu (PAPPU) DPP PNI Marhaenisme, Yan Melani Asli dalam rilis yang diterima okezone, Senin (13/10/2008).
Para artis itu di antaranya Angelina Sondakh, Nurul Arifin, Rieke â€~Oneng' Dyah Pitaloka, Adrian Maulana, Raslina Rasyidin, Eko Patrio, Ikang Fawzi, Jane Shalimar, Intan Savila, Wulan Guritno, Mandra, dan beberapa artis lainnya.
Yan mengaku tak kecewa jika partainya tak memiliki figur artis. Menurutnya, artis tak punya nilai juang untuk rakyat. "Perjuangan itu kristalisasi keringat. Apakah artis mau berkeringat di partai? Belum tentu juga mereka mau berkeringat untuk rakyat jika jadi anggota dewan," cetusnya.
Bahkan, dia meragukan loyalitas para artis apabila duduk di kursi legislatif nanti. Sebab, menurutnya ada beberapa artis yang duduk di legislatif dan terbukti "tak berbunyi" selama di DPR. Para artis tersebut dinilainya bisa terkenal bukan karena membela negara atau rakyat, melainkan gosip di infotainment.
"Simak saja, apakah ada artis yang bersuara lantang membela rakyat? Sangat jarang sekali mereka bicara soal rakyat. Kalaupun ada pemberitaan tentang artis di legislatif, beritanya ditayangan di infotainment. Itu alasannya PNI Marhaenisme kurang berminat mencari caleg artis," pungkasnya.
(TB Ardi Januar)