Gus Ipul Optimis PDIP Akan Pecah

Solichan Arif, Jurnalis
Sabtu 25 Oktober 2008 19:49 WIB
Foto: Solichan Arif/Sindo
Share :

BLITAR - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) tidak begitu terpengaruh dengan dukungan yang diberikan PDI Perjuangan kepada pasangan Cagub-Cawagub Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji).

Alasannya, suara yang diberikan PDI Perjuangan kepada pasangan Kaji pada 4 November 2008 nanti tidak akan utuh. Syaifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul mengatakan, pilgub Jawa Timur adalah memilih seorang pemimpin, bukan pilihan partai. Karenanya, menurut dia massa akar rumput sudah memiliki pilihanya sendiri.

"Kita tetap akan melakukan pendekatan kepada akar rumput PDI Perjuangan. Sebab pemilu ini bukan memilih partai tetapi pemimpin. Kita optimis masih bisa mendapatkan dukungan akar rumput dari PDI Perjuangan, " ujarnya kepada usai mengisi acara Halal Bihalal di Ponpes Putri Tarbiyatul Fallah Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Sabtu (25/10/2008).

Sampai saat ini Gus Ipul mengaku terus berupaya keras melakukan komunikasi politik kepada basis massa PDI Perjuangan. Hal ini mengingat sebagian besar kader  PDI Perjuangan di Jawa Timur pernah memiliki kedekatan emosional dengan Soekarwo saat masih berebut rekomendasi DPP PDI Perjuangan dengan Soetjipto.

"Sekitar dua, tiga hari ini kita akan memastikan adanya penambahan suara kepada Karsa," paparnya.

Dalam kesempatan itu Gus Ipul juga membahas adanya selebaran gelap yang beredar di kalangan nahdliyin dan pondok pesantren yang  menyatakan kemenangan Karsa adalah kemenangan Muhammadiyah. Dalam selebaran itu terdapat juga foto Amien Rais dan Sutrisno Bachir yang berdekatan dengan Soekarwo dan Syaifullah Yusuf. Penyebaran selebaran itu merupakan kampanye hitam.

"Itu semua tidak benar dan palsu. Kita sudah menjelaskan hal itu di lingkungan NU yang kita temui. Jangan sampai hal ini dianggap sebagai kebenaran," terangnya.

Meski cukup merepotkan, hal itu (Kampnaye hitam) diakui Gus Ipul tidak sampai menciptakan kepanikan di tim Karsa. Ipul menganggapnya sebagai doa dan tidak ingin menyalahkan pihak lain.

"Yang jelas orang yang melakukan ini tidak paham Muhammadiyah maupun  Karsa. Sekali lagi ini semua tidak benar," pungkasnya.

Mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) ini menambahkan, jika beberapa orang PKB  di Jawa Timur juga sudah memberikan dukungan kepada Karsa.

Dalam acara halal bihalal di Ponpes Putri Tarbiyatul Fallah nampak hadir Pj Ketua Tanfidziah PCNU Kota Blitar Kiai Subakir. Kemudian Rois Syuriah PCNU Kota Blitar KH Abdul Chalim Zahid. Tidak sedikit calon legislatif dari  Partai PCNU Kota Blitar yang berada di sana. Padahal seperti diketahui PCNU merupakan salah satu partai yang mendukung pasangan Kaji.

Agenda halal bihalal bersama Gus Ipul ini rencananya mengundang 400 orang kiai kampung di Kota Blitar. Namun yang hadir sekira 200 orang. Setelah dari acara halal bihalal, sekitar pukul 16.00 WIB, Gus Ipul yang didampingi istrinya nyekar dan berdoa di makam Bung Karno (BK) Kelurahan Bendogerit Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar.

Sebelum melaksanakan ritual, sempat terceletuk dengan nada guyon dari Gus Ipul jika ritual doa dan ziarah di makam BK ini untuk mendapat dukungan Megawati Soekarnoputri.

"Mudah-mudahan bisa mendapat berkah dari mbak Mega, "ujarnya santai sambil tersenyum. 

Rencananya setelah nyekar Gus Ipul akan melantik pengurus GP Ansor Kabupaten Blitar.

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya