Ternate Buka Diri Jadi Pusat Observatory Kawasan Wallacea

Rival Fahmi, Jurnalis
Kamis 27 November 2008 00:08 WIB
Share :

TERNATE - Menyambut 150 tahun penelitian Alfred Russel Wallace sebagai salah satu tokoh yang disebut-sebut sebagai rekan Charles Darwin sebagai pencetus teori evolusi, pemerintah Ternate berniat menjadikan Ternate sebagai pusat observatory alam kawasan Wallacea.

"Setelah sekian lama terlupakan, maka dalam kerangka memperingati 150 tahun surat Wallace pada Darwin pada tahun 1858, diperlukan adanya sebuah peringatan dalam kerangka membangkitkan semangat ilmu pengetahuan, sehingga Ternate akan tetap menjadi insipirasi ilmiah bagi perkembangan ilmu di dunia," ujar walikota Ternate Syamsir pada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (26/11/2008).

Sebagai daerah yang memiliki keragaman hayati yang tinggi, Ternate kata Syamsir, telah menjadi inspirator hadirnya sebuah teori besar dalam ilmu pengetahuan dunia. "Hal itulah yang mendorong kami untuk menjadikan Ternate sebagai pusat observasi," tambah walikota Ternate.

Seiring dengan pelaksanaan Hari Lahir Kota Ternate ke-757 pada 29 Desember nanti, Pemkot telah mengagendakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan 150 tahun surat Wallace itu.

"Di antaranya simposium tentang teori yang dikembangkan Wallace selama melakukan penelitian di Ternate pada 3 Desember nanti yang melibatkan LIPI, termasuk juga menapaktilasi perjalanan Wallace yang teori-teorinya bisa disejajarkan dengan Darwin," beber Syamsir.

Siapa sebenarnya Alfred Russel Wallace? Sekedar catatan, Wallace sendiri adalah ilmuan asal Inggris yang melakukan penelitian tentang flora dan fauna di belahan Nusantara yang memiliki gagasan tentang bagaimana spesies berubah bentuk dari pendahulunya sehingga menjadi lebih kuat dan sempurna.

Sebelum menemui teori tersebut, selama bertahun-tahun Wallace sempat berusaha mencari jawaban dari pertanyaan dunia saat itu dengan melakukan perjalanan ke Nusantara yang dinamainya the Malay Archipelago.

Akan tetapi secara mendadak sekaligus tiba-tiba, Wallace menemukan jawabannya. Dan kesimpulan itu justru didapat saat tengah terbaring lemah terserang malaria di Ternate (Februari 1858). Ia menyimpulkan,

"Spesies yang mampu bertahan hanya mereka yang paling kuat dan sehat saja, sementara yang lemah dan tidak sempurna akan punah."

Hasil temuannya itu lalu dikirimkan dalam bentuk surat pada rekannya yang juga tengah mencari jawaban atas pertanyaan yang sama yakni Charles Darwin. Lewat sepucuk suratnya yang diberi judul On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely from the Original Type, telah mendorong Darwin untuk mengemukakan teori tentang evolusi yang dikenal hingga saat ini.

Surat-surat Wallace itu belakangan termasyur dengan sebutan Ternate Paper atau A Letter From Ternate (Surat dari Ternate) dimana Wallace mencetuskan cikal bakal teori itu pada Darwin.

Wallace juga menarik kesimpulan bahwa ada semacam garis yang memisahkan flora-fauna di barat dan timur Nusantara. Sehingga ada batas antara flora-fauna di barat yang lebih mirip margasatwa di Asia dengan flora-fauna di timur yang mulai berbau Australia. Dia berhipotesa bahwa garis pemisah itu membentang mulai dari Selat Lombok ke arah Selat Makasar, kemudian membelok ke arah timur melewati Mindanao (masuk wilayah Filipina) dan Sangihe.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya