BANDUNG - Menyampaikan aspirasi tidak harus dilakukan dengan cara berdemonstrasi di jalanan. Cara itulah yang dipilih para pelajar di Bandung untuk memprotes pencemaran air.
Mereka membuat lukisan yang menggambarkan hancurnya ekosistem alam akibat pencemaran air. Kegiatan yang digelar di Taman Lansia, Jalan Cilaki, Kota Bandung itu merupakan rangkaian acara peringatan Hari Air Sedunia ke-17.
Koordinator Kelompok kerja Komunikasi Air (K3A) Dine A, mengatakan kondisi air di Kota Bandung cukup memperihatinkan akibat pencemaran dari limbah rumah tangga dan limbah industri. Untuk itu, perlunya pemahaman tentang perlunya kependulian terhadap air dan lingkungan.
"Pemahaman tersebut kita tularkan kepada generasi muda, khususnya siswa SMP yang diharapkan dapat membantu tentang kepedulian kepada air karena dari generasi muda itulah harapan besar kita sandangkan," ungkap Dine di Bandung, Minggu (22/3/2009).
Diharapkan, dengan cara membuat lukisan, kepedulian para siswa akan tergugah dan ide-ide mereka untuk menyelamatkan air dituangkan di atas kanvas. Selain kegiatan melukis, para siswa pun diajak melakukan pengukuran kualitas air di kawasan hulu Sungai Cikapundung. "Ada juga kegiatan penanaman bibit pohon aren serta bersih-bersih Taman Lansia," jelas Ine.
Di penghujung acara, para siswa membentuk Gerakan Pelajar Peduli Air. Organisasi itu bertujuan untuk menggalang para pelajar guna menyelamatkan air dari pencemaran yang terus mendera.
(Muhammad Saifullah )