Demi Bertahan Hidup, Arsitek Ini Harus Minum 20 Liter per Hari

Febrianto, Okezone · Senin 04 Desember 2017 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 04 18 1824751 demi-bertahan-hidup-arsitek-ini-harus-minum-20-liter-per-hari-VXxpQV1dVk.png (Foto: Facebook Marc Wubbenhorst)

BIELEFELD - Arsitek asal Jerman, tepatnya di Bielefeld, selama hidupnya harus mengkonsumsi air putih sebanyak 20 liter. Marc Wübbenhorst harus mengkonsumi agar meninggal akibat dehidrasi.

Keharusan pria 35 tahun itu untuk mengkonsumsi air putih akibat penyakit metabolik diabetes insipidus. Penyakit langka tersebut rasa rasa haus yang hebat dan ekskresi yang sering terjadi pada sejumlah besar urin yang diencerkan. Jika Wübbenhorst berhenti minum air putih, tubuhnya mulai mengering, dan dia bisa mati kehausan dalam hitungan jam.

Rasa haus yang terus-menerus telah menjadi bagian dari kehidupan Marc Wübbenhorst selama ini. Tubuhnya tidak bisa menahan air, karena ginjalnya menghilangkan cairan hampir secepat dia menyerapnya.

Marc tidak pernah bisa mengabaikan rasa hausnya lebih dari satu jam, karena ia mulai mengalami gejala dehidrasi parah, seperti bibir pecah-pecah, pusing dan bingung. Ini adalah gejala yang dialami kebanyakan orang dewasa setelah dua atau tiga hari kekurangan cairan.

Meski Diabetes insipidus bisa berkembang pada setiap saat dalam hidup, Wübbenhorst lahir dengan kondisinya. Sebagai seorang anak, dia menjalani hidupnya dengan cukup baik. Dia memiliki banyak teman dan mencoba menjalani kehidupan normal, namun ada kala juga mengalami depresi berat.

"Saya mengalami depresi kelelahan," kata Marc, seperti dikutip dari Neue Westfälische.

Setiap hari dalam kehidupan Marc Wübbenhorst dimulai dengan sebotol besar air untuk mengisi tubuhnya, tapi tidak lama lagi, karena ia harus segera pergi ke kamar mandi. Kejadian itu berulang tiap harinya. Akan sangat menyiksa kala malam hari.

Selama hidupnya, Marc tidak pernah tidur lebih dari dua jam. Dia terus-menerus harus bangun, menghidrasi dan daripada pergi ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua cairan. Secara total, ia mengunjungi toilet hingga 50 kali dalam 24 jam.

Marc harus selalu mempertimbangkan kondisinya saat merencanakan jadwal kerja dan waktu luangnya. Situasi seperti penerbangan jarak jauh secara mendadak akan membuat dirinya dalam kondisi kritis.

"Beberapa hal, seperti perjalanan panjang atau olahraga, tidak mungkin lagi," katanya.

Marc mengingat sebuah kejadian dramatis kala penyakitnya hampir membunuhnya. Dia memiliki hari yang sangat panjang di kantor, dan menemukan dirinya berada di sebuah kereta yang bepergian pulang pada pukul 10 malam tanpa sebotol air. Perjalanannya tidak terlalu lama, jadi biasanya tidak ada alasan untuk khawatir, tapi malam itu, kereta mogok.

Pada saat dia turun di stasiun Jahnplatz, di Bielefeld, dia sudah mengalami gejala dehidrasi parah. Dia bingung dan bingung, dan sangat membutuhkan air. Untungnya, teman dekatnya kebetulan ada di sana malam itu, dan mengetahui kondisinya, memberinya air dan menyelamatkan hidupnya. (feb)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini