TULUNGAGUNG - Virus Hand Mouth Foot and Disease (HMFD) atau dikenal dengan istilah Flu Singapura mendapat perhatian serius kalangan medis RSUD dr Iskak Tulungagung. Sebab, Flu Singapura dipastikan pernah masuk Tulungagung dan menyerang seorang balita.
Menurut keterangan Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Tri Wedyono Agus Basuki, balita yang menjadi korban flu Singapura bernama Andini, berusia 18 bulan warga Desa Sanggrahan, Boyolangu, Tuluangung.
"Kejadiannya pada 3 Juli 2008. Setelah dirawat di rumah sakit pihak keluarga memilih rawat jalan. Yang pasti ini positif Flu Singapura," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/4/2009).
Ciri-ciri pengidap flu Singapura ini diantaranya, suhu badan tinggi. Kemudian muncul luka semacam bisul pada sela jari tangan dan kaki, termasuk sariawan pada mulut dan sekitarnya.
Sebagian besar korban yang terserang rata-rata balita. Keberadaan virus ini diduga berasal dari bandar udara. Karena itu, yang paling rentan tertular adalah orang-orang yang kerap naik pesawat terbang.Â
Berdasarkan pengalaman di RSUD dr Iskak, menurut Oki, korban flu Singapura ini hanya diobati dengan salep aciclovir, yakni obat yang biasanya digunakan untuk penyakit herpes. "Selain itu disarankan untuk istirahat yang cukup," terangnya.
Kendati terkesan tidak berbahaya, Oki mengakui kasus ini menjadi perhatian serius di rumah sakit. Karenanya, dia mengimbau masyarakat untuk segera membawa ke rumah sakit atau puskesmas jika menjumpai anggota keluarga yang sakit dengan ciri-ciri flu Singapura.
"Dalam rapat besar, kami membahas kasus penyakit ini. Artinya kasus ini menjadi perhatian serius," pungkasnya.
(TB Ardi Januar)