Tali Geni: Pemerintahan SBY Lebih Represif Dibanding Mega

Amirul Hasan, Jurnalis
Kamis 25 Juni 2009 12:56 WIB
Share :

JAKARTA - Aktivis mahasiswa menilai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla lebih represif terhadap aksi-aksi mahasiswa dibandingkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Temu Aktivis Lintas Generasi (Tali Geni), pemerintahan SBY-JK paling banyak melakukan penangkapan, penahahan, dan melakukan kekerasasan terhadap aksi-aksi mahasiswa.

"Di era Gus Dur-Mega, dan dilanjutkan Mega-Hamzah Haz, atau direntang 1999-2004 telah terjadi 18 kali peristiwa terkait kebebesan berekspresi dan perjuangan hak dasar rakyat yang berujung pada pemngkapan dan penahanan. Sementara pada masa SBY, tercatat ada 65 kali," kata Juru Bicara Tali Geni Jeffri Silalahi di Gallaery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2009).

Selain itu, Jeffri juga membandingkan, perbedaan perilaku kekerasan terhadap para aktivis dari dua periode tersebut memiliki perbedaan situasional. Di masa Gus Dur dan Megawati, jumlah kekerasan bertambah karena diwarnai tekanan situasi politik. Seperti transisi pergantian dari Gus Dur ke Mega, kemudian konflik kedaerahan dan Gerakan Aceh Merdeka.

Sementara di periode SBY-JK, justru yang terjadi sebaliknya. Jumlah penangkapan, penahanan, dan kekerasan, jutru meningkat tajam dalam situasi negara yang relatif tidak ada gejolak politik.

Mengenai pemaparan ini, Jeffry membantah Tali Geni berupaya mendeskreditkan calon tertentu atau mendukung calon tertentu. "Kami hanya ingin menyampaikan, hendaknya data-data ini menjadi catatan pemerintahan selanjutnya. Tali geni tidak ada unsur dukung mendukung salah satu capres. Kami hanya ingin menyampaikan pengalaman pada yang pernah memerintah. Kami tidak terjebak pada siapapun yang terpilih ke depan," tuturnya.

Berikut data perbandingan yang dipaparkan Tali Geni.

Jumlah peristiwa, masa Gus Dur-Mega sebanyak 18 kali, masa pemerintahan SBY-JK 65 kali. Jumlah aktivis yang ditangkap pada masa pemerintahan Gus Dur-Mega sebanyak 349 orang, di pemerintahan SBY-JK sebanyak 1.248 orang.

Sementara jumlah aktivis yang ditahan di masa Gus Dur-Mega sebanyak 10 orang, dan di masa SBY-JK sebanyak 42 orang. Sementara lamanya masa penahanan para aktivis di masa Gus Dur selama 3-7 bulan, di masa SBY-JK sekitar 6 bulan hingga 2,5 tahun.

Sementara penembakan terhadap para aktivis di masa Gus Dur-Mega sebanyak 3 korban dari 1 peristiwa, di masa SBY terdapat 74 korban tembak dari 6 peristiwa. Kemudian korban meninggal dalam aksi-aksi mahasiswa sebanyak 1 orang pada masa pemerintahan Gus Dur-Megawati, sementara pada masa SBY-JK sebanyak 8 orang.

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya