JAKARTA - Beberapa waktu belakangan, masyarakat selalu disuguhi berita-berita hukum di layar televisi, koran, dan media massa lainnya. Ada kasus terbunuhnya Nasrudin Zulkarnaen, di mana Antasari Azhar diduga sebagai pelakunya. Ada pula dugaan rekayasa kriminalisasi KPK yang berbuntut pada penahanan Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, keduanya pimpinan KPK non aktif.
Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution pun menengarai ada â€~permainan luar biasa' di balik semua kasus ini.
Senada dengan Buyung, pengamat dari Universitas Indonesia Zulfikar Ghazali menilai masyarakat akan dihadapkan lagi dengan kasus-kasus baru yang membuat mereka lupa dengan kasus besar yang sebenarnya lebih merugikan negara.
"Dari dulu memang seperti itu, BLBI misalnya, masyarakat dibuat lupa (dengan kasus KPK)," kata Zulfikar dalam perbincangannya dengan okezone, Kamis (12/11/2009).
Zulfikar menambahkan, kasus KPK, mulai dari ditetapkannya Antasari Azhar sebagai pembunuh Nasrudin Zulkarnaen, hingga penahanan Bibit dan Chandra, membuat semua pihak kehabisan energi.
"Semestinya satu per satu diselesaikan, kadang bukti sudah terkumpul lantas hilang lagi," tambahnya.
Pola-pola pengalihan isu ini, kata Zulfikar, menyerupai pola yang diterapkan pada masa mantan Presiden Soeharto. Masyarakat selalu dibuat terlena dengan masalah-masalah baru untuk melupakan skandal yang sebenarnya lebih besar.
"Ini cara kerja Pak Harto, buang energi kita. Century jadi hilang, besok ada kasus apa lagi nih," pungkasnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)