Wabah DBD di Subang Tewaskan 22 Orang

Annas Nasrullah, Jurnalis
Kamis 19 November 2009 16:42 WIB
(indofamily.net)
Share :

SUBANG - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Subang menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga pertengahan November ini, sedikitnya 931 orang menderita DBD, dan 22 orang di antaranya meninggal dunia.

Dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut mengalami peningkatan tajam. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat, jumlah kasus DBD pada tahun 2008 sebanyak 622 kasus, sementara pasien DBD yang meninggal dunia sebanyak 12 orang.

Pelaksana program DBD Dinkes Subang, Teti Sartikawati, memaparkan virus DBD yang berasal dari nyamuk Aides Aigepty ini kebanyakan menyerang anak-anak berusia antara 1-10 tahun.

"Data terakhir yang kami terima pada bulan Novemer ini sudah ada tujuh kasus DBD yang berasal dari daerah Pagaden dan Jalancagak. Dan ini tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah, karena saat ini memasuki musim penghujan," ujar Teti, Kamis (19/11/2009).

Untuk menekan mewabahnya kasus DBD, lanjutnya, Dinkes gencar melakukan kegiatan Penyelidiakan Epidemologi (PE) ke setiap kecamatan dan sosialisasi pola hidup sehat masyarakat. "Melalui program ini kita memberi pemahaman kepada masyarakat dan petugas di lapangan dalam penanganan kasus serupa, sehingga bisa dilakukan tindakan antisipasi secepatnya," imbuh dia.

Di satu sisi, Teti mengeluhkan minimnya anggaran pencegahan wabah DBD yang berasal dari nyamuk Aides Aegipty. Dibandingkan tahun 2008 lalu, anggaran dana yang dikucurkan untuk pos ini berkurang Rp29 juta, atau dijatah Rp80 juta.

Dampaknya, kata dia, pelaksanaan foging atau pengasapan tidak berjalan maksimal. Bahkan kerap masyarakat dilibatkan dalam pembiayaan operasional, sebelum dilakukan pengasapan.

"Anggaran penanggulangan DBD tahun 2008 mencapai lebih dari Rp100 juta, tahun ini sangat minim hanya Rp80 juta. Terpaksa untuk foging, kerap kali dibebankan kepada masyarakat, padahal masyarakat tahunya gratis," paparnya.

Dengan kondisi keterbatasan dana, Teti berharap masyarakat bersikap proaktif dalam pencegahan mewabahnya DBD. Dalam artian, masyarakat diimbau berperilaku hidup sehat, seperti 3M (menutup, membuang dan mengubur). Sebab, sumber virus DBD berasal dari nyamuk yang bersarang di tempat kotor.

(Lusi Catur Mahgriefie)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya