DEPOK - Tangis pecah mewarnai pertemuan antara Yanti bersama empat anaknya Windi, Riski, Lina, dan Siti di Panti Asuhan Fathul Khoir, Cimangis, Depok.
Pertemuan ibu dan anak ini disaksikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, Kapolres Depok AKBP Saidal Mursalin, dan Wakil Walikota Yuyun Wirasaputra.
"Selama ini saya enggak jauh-jauh dari kontrakan tetap awasi anak-anak," ungkap Yanti yang memiliki nama asli Wasinem sambil memeluk Siti, bayinya yang baru berusia lima bulan di Depok, Minggu (27/12/2009).
Dia mengaku selama menghilang berada di jalanan untuk bertahan hidup dan tidur di musala. Kendati demikian, Yanti terus memantau anaknya dari sekitar kontrakan di Jalan SMP Segar, Kampung Sedamukti, Sukmajaya, Depok.
Namun, hingga saat ini keberadaan Dadan, suaminya belum diketahui. "Suami saya masih cari uang karena punya utang Rp4 juta sama PJTKI dan Rp3 juta kepada warung kelotong," aku Yanti.
Menurut dia, mengetahui keempat anaknya berada di panti asuhan setelah mendapat kabar dari bos suaminya di Kampung Rambutan. "Akhirnya saya ke polisi cari tahu, lalu diamankan hingga bertemu dengan anak-anak," terang Yanti.
Dia menuturkan keinginannya untuk segera pulang kampung di Ciamis dan membawa keempat anaknya. "Ingin pulang dan jadi petani saja," tutur Yanti yang mengaku kabur karena bingung dikejar-kejar utang.
(Dadan Muhammad Ramdan)