Waspada DBD, Pemkot Depok Harus Pakai Dana Tanggap Darurat

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Minggu 24 Januari 2010 18:19 WIB
Share :

DEPOK - DPRD Depok merekomendasikan walikota Depok Nurmahmudi Ismail untuk dapat menggunakan anggaran darurat menangani pasien demam berdarah yang semakin meningkat. Pemerintah Kota didesak untuk segera memanggil seluruh rumah sakit di Depok membahas penanganan pasien demam berdarah yang diperkirakan akan terus meningkat hingga berakhirnya musim hujan.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Depok Babay Suhaemi mengatakan, Pemkot tidak dapat menunggu jumlah penderita terus bertambah dan dimungkinkan untuk menggunakan anggaran darurat. Wabah demam berdarah, kata Babay, menyebabkan masyarakat memerlukan jaminan kesehatan yang cepat dan jangan sampai ditolak karena alasan biaya.

“Bisa gunakan anggaran darurat tak terduga, jangan hanya untuk bencana alam, dimungkinkan gunakan anggaran tersebut, terkait hajat hidup orang banyak, kita bicara nyawa, langkah secepatnya harus ada pemanggilan terhadap rumah sakit," ujarnya.

DPRD, kata Babay, akan menyetujui penggunaan anggaran tersebut karena terkait langsung dengan masyarakat. “Koordinasi tetap harus dilakukan, dewan tidak ada istilah tidak setuju, jangan tunggu sampai Kejadian Luar Biasa (KLB)," tegasnya.

Sesuai data Dinas Kesehatan Kota Depok, hingga minggu ketiga awal tahun 2010, jumlah pasien demam berdarah sudah mencapai 100 orang lebih. Tiga orang di antaranya bahkan meninggal dunia dan juga menyebabkan selasar–selasar di RSUD Depok dipenuhi pasien demam berdarah.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya