BANDUNG - Menyusul kesurupan massal yang dialami 20 siswa SMPN 2 Bandung, semua siswa dipulangkan lebih awal. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 2 Bandung, Elin Karlina, setelah kejadian tersebut, banyak siswa yang langsung dijemput orangtuanya masing-masing.
Elin menuturkan, biasnya setiap Jumat siswa pulang pukul 11.00 WIB. Tapi karena kejadian ini, mereka pulang lebih awal.
“Banyak siswa yang langsung dijemput oleh keluarga masing-masing, kata Elin kepada wartawan, Jumat (5/2/2010).
Elin mengatakan, terkait kesurupan massal tersebut, pihaknya tidak mendatangkan orang pintar atau paranormal. Siswa yang kesurupan, kata dia, ditangani oleh guru-guru, terutama guru agama. Setelah ditangani oleh guru, para siswa yang kesurupan sembuh.
“Mereka diberi balsem dan minum. Setelah itu, langsung sembuh dan pulang dijemput orangtua mereka masing-masing,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Elin menyangkal, SMPN 2 disebut angker. Selama ini, kata dia, tidak pernah ada kejadian seperti itu. Namun, Elin mengaku akan lebih fokus kepada anak-anak agar tidak bermain-main hal yang aneh dan takabur.
“Ah, tidak angker. Selama ini tidak ada kejadian seperti itu. Mungkin anak-anaknya saja yang bermain terlalu kelewatan dan takabur,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak 20 siswa SMPN 2 yang beralamat di Jalan Sumatera, Bandung kesurupan massal pagi tadi. Mereka berteriak-teriak histeris dan pingsan saat sedang melakukan kegiatan Jumat bersih (Jumsih) di kelas mereka masing-masing.
Salah satu siswa di Kelas 7I menjerit-jerit dan pingsan. Bersamaan dengan itu, siswa lainnya juga mengalami hal yang sama. Kesurupan terus merembet ke kelas lainnya. Tercatat, ada 20 orang lebih yang kesurupan.
(Lusi Catur Mahgriefie)