Peneliti Indonesia di Malaysia Dibayar 10 Kali Lipat!

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis
Kamis 02 September 2010 14:43 WIB
Image: corbis.com
Share :

JAKARTA - Salah satu alasan banyaknya peneliti Indonesia memilih bekerja di luar negeri, termasuk Malaysia, adalah kesejahteraan yang lebih baik.

Demikian dituturkan salah seorang dosen dan peneliti Indonesia yang saat ini mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Prof. Nur Tjahjadi.     

"Gaji peneliti di Malaysia bisa sepuluh kali lipat dibanding gaji peneliti di Indonesia," ujar Nur ketika dihubungi okezone via sambungan internasional, Kamis (2/9/2010).

Nur menceritakan, alasan dia memilih bekerja di UPSI di antaranya karena merasa kesulitan menjadi guru besar di Indonesia. "Ada diskriminasi di tempat saya mengajar dulu. Penduduk asli cenderung lebih mudah mencapai gelar guru besar dibandingkan para pendatang," kenang pria yang pernah mengajar di Universitas Sriwijaya, Palembang tersebut. 

Pria berjenggot ini menuturkan selain tingkat kesejahteraan yang lebih baik, di Malaysia, fasilitas pendukung kerja seperti laboratorium dan perpustakaan juga lebih lengkap.

"Para peneliti juga diberi kebebasan penuh mau meneliti apa," imbuh Nur yang selalu menyempatkan diri untuk pulang ke Indonesia setiap bulan.

Secara umum, Nur menilai, kualitas pendidikan Malaysia setingkat lebih tinggi dari Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah pemerintah Malaysia menyediakan fasilitas pendukung yang lengkap.

"Selain itu, para dosen di Malaysia juga berorientasi internasional, tidak sebatas pada lingkup Malaysia saja," ujar jebolan University of Wales tersebut di akhir pembicaraan.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya