Ical: Reshuffle Kabinet Bisa Perbaiki Pemerintahan

Insaf Albert Tarigan, Jurnalis
Jum'at 10 September 2010 13:38 WIB
Share :

JAKARTA- Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengaku setuju jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle kabinet pada satu tahun usia pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Presiden Boediono Oktober nanti.

Menurut pria yang akrab disapa Ical tersebut, reshuffle adalah hak Presiden agar pemerintahan bisa berjalan lebih baik.

"Koalisi itu untuk pemerintahan yang baik, tapi kalau pemerintahan tidak berjalan baik menurut Presiden, ya mesti reshuffle," katanya kepada wartawan usai bersilaturahmi dengan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/9/2010).

Ical yakin, koalisi pendukung pemerintah tetap akan solid kalaupun Presiden melakukan reshuffle. "Tidak. Pecah kenapa? Kan diganti sama partainya sendiri," katanya.

Partai Golkar Sendiri, lanjut dia, tak khawatir akan kehilangan jatah kursi menteri dengan rencana tersebut.

"Karena (sesuai dengan kontrak politik koalisi) akan ditanyakan terlebih dahulu kepada partai yang bersangkutan," katanya.

Saat ditanya mengenai kinerja menteri asal Partai Golkar, Ical mengatakan yang berhak menilai adalah Presiden Yudhoyono. Saat ini Golkar memiliki tiga wakil di Kabinet Indonesia Bersatu II, yaitu Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya