"Andai Aku Jadi Gayus" Bentuk Frustasi Atas Penegakan Hukum

Anton Suhartono, Jurnalis
Minggu 16 Januari 2011 07:15 WIB
Bone Paputungan (Dok: Youtube)
Share :

JAKARTA - Video klip “Andai Aku Jadi Gayus” yang dibuat mantan narapidana asal Gorontalo, Sulawesi Utara, dinilai sebagai bentuk frustasi seorang warga terhadap kondisi penegakan hukum di Indonesia.

Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menuturkan apa yang disampaikan Bone Patupungan dalam rekaman berdurasi 4.47 menit tersebut merupakan bentuk ejekan terhadap Pemerintah.

“Ini sebuah keprihatinan dan bentuk ejekan terhadap Pemerintah yang hanya manis di mulut dalam penegakan hukum. Ini juga sebagai kritik dalam bentuk lain terhadap sikap pemerintah yang seringkali setinggi janji tapi lain di lubuk,” ucap politisi dari Fraksi Partai Golkar ini kepada okezone, Minggu (16/1/2011).

Selain itu, lanjut Bambang, lagu tersebut nampak sebagai ungkapan kejengkelan seorang napi yang merasa diperlakukan tidak adil. Seperti diketahui Gayus diketahui beberapa kali pelesir ke sejumlah tempat, yakni Bali, Kuala Lumpur, Singapura, dan Makau. Padahal status dia sebagai terdakwa kasus mafia pajak. Tak hanya itu, Gayus ditahan di sel Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, yang seharusnya mendapat penjagaan sangat ketat.

“Mungkin dia jengkel, makanya dia bikin lagu itu. Apa yang dilantunkannya senapas dengan yang dikritisi banyak kalangan,” jelas Bambang.

Dalam video tersebut diparodikan seorang napi mirip Gayus Tambunan menyogok sipir penjara dengan memberi sejumlah uang untuk bisa ke luar tahanan. Sosok mirip Gayus itu kemudian dibekali jas, wig, dan kacamata, serupa dengan foto yang beredar saat Gayus pelesir ke Nusa Dua, Bali, November tahun lalu. Kondisi ini membuat iri para tahanan lain.

Sesuai dengan isi lirik lagu yang berangan-angan, Andai ku Gayus Tambunan yang bisa pergi ke Bali. Semua keinginannya bisa terpenuhi. Lucunya di negeri ini, hukuman bisa dibeli. Kita orang yang lemah pasrah akan keadaan, klip ditutup dengan adegan Bone yang dibangunkan sipir di dalam selnya. Ternyata semua hanya mimpi.

(Anton Suhartono)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya