GROBOGAN- Jemaah Al Mahad Tanwirul Qulub Padepokan Padang Ati (PPA) menolak anggapan bahwa aliran yang dibawa oleh Mbah Suranto itu disebut sesat seperti dikatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.
Hal ini ditegaskan Ketua PPA AS Hakim saat ditemui di kediamannya, Kamis (24/3/2011). Dia mempercayai Mbah Suranto adalah wali yang akan menjadi penerang bagi umat.
Bahkan ajaran tersebut sudah dibukukan dalam buku Tanwirul Qulub. Pria ini mengaku sudah lama mengenal Mbah Suranto. Peruan pertama terjadi pada 2001 silam. Saat itu, Mbah Suranto sudah memiliki jemaah zikir.
Ditanya mengenai beredarnya foto sejumlah istri jemaah yang dipangku Mbah Suranto, Hakim mengaku hal tersebut sebagai berkah. Dia menyakini, sebuah berkah dan hidayah akan diterima keluarga yang dipangku Mbah Suranto.
Bahkan, Hakim mengaku dirinya juga mengabadikan foto istrinya saat dipangku Mbah Suranto. Hakim memastikan, ajaran yang dibawa Mbah Suranto tidak melanggar syariah Islam.
Sebelumnya, sejumlah warga di Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah, mengaku geram dengan aliran Mbah Suranto. Mereka menilai ajaran pria yang mengaku wali tersebut sesat. Pendapat ini pun diamini MUI setempat.
MUI menilai Mbah Suranto mengajarkan pengikutnya untuk tidak salat dan hanya mewajibkan melakukan hadrah atau mengagungkan makhluk sebangsa api seperti jin dan syaitan dalam bentuk doa.
Bahkan semua jemaah laki-laki yang mempunyai pasangan, wajib memperbolehkan istrinya untuk digauli Suranto. Beberapa jamaah pun terlihat bangga jika bisa dipangku atau digauli oleh Suranto.
(Kemas Irawan Nurrachman)