BEKASI - Kesuksesan Rahmat memperdaya Muhammad Umar sehingga percaya dirinya perempuan tak lepas peran jilbab. Dia berhasil menyembunyikan kekurangannya sebagai perempuan di balik sepotong kain tersebut.
“Pelaku selama ini menggunakan jilbab untuk menutupi keasliannya,” ujar Ketua RT 001 RW 002, Kampung Bojong, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Muhammad di Bekasi, Sabtu (2/4/2011).
Rahmat yang menyamar dengan nama Fransiska Anastasya Oktaviany alias Icha juga diduga kuat menggunakan hipnotis untuk mengelabui Umar selama enam bulan. Kabar yang beredar, Icha selalu mengusap wajah suaminya apabila diminta berhubungan badan. Alhasil Umar pun urung menyalurkan hasrat biologisnya.
“Bahkan setelah wajahnya diusap pelaku, korban tidak berkutik dan tidak memegang-megang tubuh pelaku,” ungkap Muhammad.
Namun sepandai-pandainya Rahmat menyembunyikan jati dirinya, akhirnya terungkap sudah. Hal itu berawal dari temuan warga atas KTP milik Rahmat yang terjatuh. Temuan ini lantas ditindaklanjuti dengan desakan agar Icha memeriksakan diri ke dokter untuk membuktikan jenis kelaminnya.
Warga berani mendesak Icha karena selama ini mendengar keluhan dari Umar bahwa istrinya tidak mau diajak berhubungan intim. Akhirnya Icha pun mengakui bahwa dirinya adalah lelaki bernama Rahmat asal Pasar Rebo, Jakarta Timur.
(Muhammad Saifullah )