JAKARTA - Pelaksanaan Kongres Barisan Muda (BM) PAN IV pada 28-30 Juli 2011 di Hotel Saphir, Yogyakarta, masih menyisakan persoalan. Terpilihnya Yandri Susanto digugat sejumlah pihak.
Sebanyak 16 DPW dan 302 DPD (dari 33 DPW dan 500 DPD) tidak mengakui terpilihnya Yandri. Menurut mereka, sebagaimana disampaikan Ketua DPW BM PAN Jawa Barat, Syaiful Ramadhan, telah terjadi pemaksaan pada proses pemilihan Ketum BM PAN oleh organizing commitee dan steering commitee. Dua pihak ini dinilai tidak netral dan telah diatur oleh Yandri.
“Pada sore itu tanggal 29 Juli, tidak ada pembahasan komisi AD/ART. Program kerja atau bahkan tatib pemilihan yang semestinya sesuai agenda dan dilaksanakan setelah sesi pengarahan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa,” kata Syaiful dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/8/2011).
“Mereka memaksakan kehendak semena-mena dengan mengetuk palu dan memutuskan sepihak draf-draf kongres tersebut.”
Hal itu, menurut dia, yang membuat sebagian besar peserta kongres memprotes hingga terjadi keributan. Keributan pertama terhenti karena waktu salat Magrib. Namun setelah forum dibuka lagi, pimpinan sidang yang dikelilingi petugas pengamanan langsung meneruskan secara sepihak keputusan tatib pemilihan dan calon ketua umum yang diikutkan dalam pemilihan, bukan mengindahkan tuntutan peserta untuk membahas draf materi-materi kongres.
Tentu hal ini memicu keributan yang semakin luar biasa dari para peserta. Namun pimpinan sidang tetap membacakan dan mengetuk palu. Ketua DPW BM PAN Sumsel, Khadafi merupakan peserta sidang yang paling emosi saat itu. “Mereka kira ini organisasi milik mereka, jadi mau seenaknya saja. Ini memasung dan mematikan demokrasi yang menjadi ikon PAN sebagai partai reformis,“ ungkapnya.
Mereka, sambung dia, juga tidak mengindahkan arahan Ketum PAN agar membuka keran seluas-luasnya dan berkompetisi secara sehat dalam pencalonan Ketua Umum BM PAN, bukan membatasi calon.
Yandri terpilih sebagai Ketum BM PAN dalam Kongres IV PAN di Hotel Saphir Yogyakarta pada Sabtu 30 Juli lalu. Sekjen BM PAN ini mengungguli pesaingnya, Kuntum Khaira Basa, dengan perolehan suara telak 387 berbanding 43. Satu calon lagi yang memiliki kans kuat, A Yohan, mengundurkan diri sebelum pemilihan ketua umum dan bergabung dengan Yandri.
(Muhammad Saifullah )