Sudah "Berdarah-darah" Dukung SBY, Wajar jika PKS Marah

Tri Kurniawan, Jurnalis
Minggu 16 Oktober 2011 07:41 WIB
Ilsutrasi kabinet
Share :

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan mengumumkan nama-nama menteri baru sebelum 20 Oktober mendatang. Namun, mengenai kader partai mana yang akan terdepak dari kursi menteri, hingga kini masih menjadi teka teki.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), adalah partai mitra koalisi yang selama ini santer disebut-sebut akan dikurangi jatah kursinya di kabinet. Hal ini tentu sebagai sanksi atas manuver-manuver yang dianggap berpotensi merusak keharmonisan Sekretariat Gabungan parpol pendukung pemerintah.

Wajarkah PKS marah dan mengancam hengkang dari koalisi jika Presiden benar-benar mencopot salah satu menteri dari partai ini? Pengamat Politik Universitas Indonesia Kamaruddin menilainya cukup logis.

"Dibandingkan dengan Golkar, PKS ini kan termasuk yang berdarah-darah dalam artian sejak awal mendukung SBY. Kalau Golkar kan punya calon sendiri waktu itu, jadi saya kira dapat dipahami jika PKS merasa terganggu jika kursinya dikurangi," kata dia saat berbincang dengan okezone, Minggu (16/10/2011).

Terlebih, tambahnya, menurut evaluasi internal PKS, kadernya yang duduk sebagai menteri menunjukkan kinerja yang baik dan berada dalam jalur yang benar. Ini tentunya akan menjadi pertanyaan tersendiri bagi PKS kepada SBY.

Menjadi hal yang bisa dimaklumi jika menilai kinerja menteri berdasarkan parameter yang jelas. "Saya kira itu salah satu faktor. Teman-teman PKS itu sampai bereaksi hingga menggelar Rapimnas," cetusnya.

Kamaruddin menambahkan, dalam perombakan kabinet tidak hanya PKS yang memiliki kepentingan. Hampir semua partai yang tergabung dalam koalisi juga punya keinginan yang sama agar kadernya tidak terdepak dari kabinet.

"Kalau dalam konteks rotasi mungkin masih bisa diterima, tapi kalau sampai mengurangi jatah kursi di kabinet, saya kira akan jadi persoalan yang mengganggu dalam tiga tahun ke depan," pungkasnya. (tri)

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya