JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta, Wanda Hamidah tidak yakin Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2012 yang mencapai angka Rp36 triliun akan menyejahterakan masyarakat.
"Hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu saja," ujar Wanda kepada okezone, Selasa (20/12/2011).
Wanda menjelaskan APDB tahun ini pun tidak terserap dengan baik hingga ke lapisan bawah. Dia mencontohkan masih banyaknya pelayanan publik yang tidak maksimal, kemiskinan masih terlihat, juga pada sektor pendidikan, kesehatan dan transportasi di DKI masih banyak kekurangan.
"Bukan masalah angkanya berapa, Pemprov tidak optimal kerjanya pun tidak maksimal dalam menyalurkan anggaran tersebut. Kinerjanya tidak memuaskan. Saya sendiri sangat tidak puas," tutur politikus PAN ini.
Wanda menuturkan, hal-hal yang belum maksimal dilakukan oleh Pemprov DKI salah satunya adalah 40 persen lampu jalan mati dan tidak ada tindak lanjut dari Pemprov DKI, banyaknya pungutan liar dalam sektor pendidikan.
"Coba cek ke bawah apakah masyarakat puas dengan yang disajikan Pemprov, kita lihat itu contoh lampu jalan dari total 240 ribu sebanyak 40 persennya mati. Sekolah gratis tapi kok pungutan masih banyak, pelayanan publik tidak memuaskan, angka buta huruf tidak turun, angka putus sekolah tidak turun," tuturnya.
Oleh karenanya, sambung Wanda, perlunya lembaga-lembaga terkait untuk mengawasi anggraan APBD DKI senilai Rp36 triliun tersebut.
"perlu dikawal BPK, KPK, Kepolisian, sangat dikhawatirkan anggraan menyenangkan pihak-pihak lain. Ini bukan kali pertama, sudah banyak sebelumnya," tutupnya. (sus)
(Muhammad Saifullah )