4 Oknum TNI Disinyalir Terlibat Penyelundupan Imigran Gelap

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Jum'at 23 Desember 2011 14:17 WIB
Ilustrasi, kapal tongkang
Share :

JAKARTA - Kadiv Humas Mabes Polri, Saud Usman Nasution mengatakan kapal yang mengangkut imigran gelap di Trenggalek, Jawa Timur, ilegal. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait hal tersebut, pihaknya masih melakukan penyidikan yang ditangani oleh Polda Jawa Timur dibantu Bareskrim Polri.

Saud menambahkan, jumlah imigran gelap yang terdata sebanyak 215 orang, 95 orang di antaranya meninggal dunia, 45 orang selamat dan 60 orang hilang.

Dia menuturkan, hingga saat ini pihaknya sudah menentukan empat tersangka dalam kasus tengelamnya KM Haccu. Dua orang sebagai pemilik kapal, dan dua orang lainnya adalah anak buah kapal (ABK).

"Saat ini empat orang tersangka sudah ditetapkan. Pertama, BS dan N selaku pemilik kapal, serta ABK berinisial R dan RS," ungkap Saud, di Mabes Polri, Jumat (23/12/2011).

Dari keterangan tersangka dan para saksi yang diperiksa, sambung Usman, ada 4 orang oknum TNI yang memfasilitasi imigran gelap tersebut.

"Mereka melakukannya dengan cara memberikan arahan serta petunjuk perjalanan dan sampai naik ke kapal. Jika oknum TNI terbukti kami akan menyerahkannya ke Datasemen Polisi Militer (Denpom) Jawa Timur. Hari ini masih dalam pengembangan POM," tuturnya.

Para oknum TNI yang disinyalir menjadi tersangka antara lain Peltu SU, Praka Ka dan Praka Kh. tersangka lainnya merupakan PNS yang bekerja di Koramil Besuki tempat ketiga oknum bekerja berinisial BS. Saat ini ke empat orang tersebut dikirim ke Denpom V/1 Madiun untuk diperiksa secara militer.

Saud menjelaskan, para Imigran gelap umumnya bermukim dari Jakarta dan sekitarnya serta dikawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Pada 16 Desember 2011 mereka dilaporkan berkumpul di daerah Mampang, Jakarta Selatan dan berada di pull bus.

"Mereka berangkat dari Jakarta dengan menggunakan 4 bus di bawa ke Jawa Timur selama 20 jam. Sampai di pantai dinaikkan ke perahu kecil, di tengah laut sudah ada kapal yang menunggu mereka. Baru beberapa jam berangkat ada ombak besar dan cuaca tak bersahabat maka terjadilah peristiwa tenggelamnya kapal tersebut," jelasnya. (sus)

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya