JAKARTA - Direktur Operasional Garuda Indonesia Captain Ari Sapari mengatakan, tertangkapnya pilot Lion Air berinisial SS yang kedapatan mengkonsumsi narkotika jenis sabu di Hotel Garden Palace Surabaya, telah meresahkan maskapai penerbangan di seluruh Indonesia.
Garuda Indonesia, dalam mengantisipasi hal serupa memiliki program yang dinamakan Random Check.
"Sudah 7 tahun ini kita melakukan pencegahan terhadap konsumsi narkoba dengan menerapkan program yang dinamakan random check," kata Ari dalam jumpa pers di Sate House Senayan, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2012).
"Tidak hanya para penerbang yang menjalani random check, namun seluruh awak penerbangan, baik pilot, pramugari, ataupun karyawan yang di darat", tambah Ari.
Menurut Ari, para pilot di Garuda Indonesia, setiap tahun menjalani tes sebanyak 14 kali, mulai tes fisik, kesehatan, sampai tes tulis.
"Makannya, ada kesan yang muncul di masyarakat bahwa menjadi pegawai di perusahaan kami sangat sulit. Hal itu dikarenakan kita menggunakan psikotes dalam rekruitmen pegawai," ujarnya.
(Ahmad Dani)