YANGON - Pemerintah Myanmar dikabarkan berhasil menyepakati perjanjian awal untuk perdamain dengan kelompok pemberontak Mon. Perdamaian ini tentunya makin memperkokoh upaya perubahan yang dilakukan Myanmar.
Media Myanma Ahlin melaporkan bahwa perundingan terakhir disepakati pekan lalu antara Pemerintah Myanmar dengan Partai New Mon State. Pemerintah Myanmar memang makin membuka diri, sejak Pemerintahan Presiden Thein Sie menyatakan negara untuk melakukan reformasi sistem pemerintahan.
Sejak dipimpin Sie yang juga mantan jenderal, Myanmar kini makin terbuka terhadap perubahan. Mereka pun melakukan reformasi dan merubah sistem junta yang dahulu menguasai. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (27/2/2012).
Sejalan dengan reformasi pemerintah baru Myanmar sudah membebaskan tahanan politik dan melakukan perdamaian dengan beberapa kelompok separatis dan pemberontak. Kelompok tersebut antara lain, kelompok pemberontak Karen, Shan, Chin, Wa dan minoritas Kokang.
Dengan diraihkan kesepakatan awal untuk perdamaian ini, Pemerintah Myanmar dan kelompok pemberontak Mon memutuskan untuk melakukan gencatan senjata.
Pada Sabtu 25 Februari lalum kedua belah pihak sudah berjanji untuk melakukan pembicaraan damai dalam waktu 45 hari ke depan. Selain itu, pemerintah juga setuju untuk membebaskan para pemberontak Mon yang dipenjara.
(Fajar Nugraha)