SEOUL - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan, ancaman dari senjata nuklir yang menjadi tantangan utama bagi tiap negara di dunia. Obama menilai senjata nuklir yang ada di dunia, tidak akan pernah dimiliki kelompok teroris.
Berbicara di Konferensi Keamanan Nuklir Internasional, Obama mengklaim bahwa dunia internasional terus membuat kemajuan dalam membuang material nuklir. Selain, dunia juga berhasil meningkatkan keamanan dalam fasilitas nuklir seluruh dunia.
"Dengan berkembangnya keamanan dunia, sebagian besar materi nuklir dunia tidak akan jatuh ke tangan teroris," ucap Obama seperti dikutip Associated Press, Selasa (27/3/2012).
Namun Presiden AS ke-44 itau mengatakan, ada terlalu banyak aktor jahat dalam pencarian senjata nuklir. Menurutnya dengan sedikit senjata nuklir saja, ratusan ribu warga tak berdosa bisa tewas.
Bersamaan dengan dilakukannya Konferensi Keamanan Nuklir di Korea Selatan (Korsel), Barack Obama sempat pula berjanji bahwa negaranya akan mengurangi senjata nuklir yang mereka miliki.
Obama menyebutkan, dengan keberadaan 1.500 senjata nuklir dan 5.000 hulu ledak nuklir, AS memiliki banyak sekali senjata yang dibutuhkan. Dirinya pun mengaku bahwa pihaknya masih terus melakukan pengurangan senjata nuklir.
Bagi Obama, sudah ada kemajuan besar selama dua tahun terakhir untuk mengurangi ancaman keamanan dari material nuklir yang bisa dibentuk menjadi ribuan bom. Dirinya meminta 53 negara yang ikut serta dalam konferensi ini mampu meningkatkan upaya pelucutan senjata nuklir.
(Fajar Nugraha)