Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korut Serang Balik Obama

Fajar Nugraha , Jurnalis-Selasa, 27 Maret 2012 |13:25 WIB
Korut Serang Balik Obama
Foto: AFP
A
A
A

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) serang balik Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, yang melancarkan kritikan atas rencana peluncuran satelit Korut lewat sebuah roket.


Korut menilai Obama mengeluarkan pernyataan yang sifatnya mengundang konfrontasi dan bersikeras peluncuran roket itu ditujukan untuk kepentingan damai. 

"Obama salah pengertian mengenai masalah ini," ucap seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip Associated Press, Selasa (27/3/2012).

Sebelumnya Obama mengkritik keras peluncuran roket Korsel tersebut. Menurutnya peluncuran roket satelit ini merupakan bentuk pemicu provokasi di Semenanjung Korea. 

Obama juga menyebutkan bahwa program peluncuran satelit Korut, ditujukan untuk menutupi pengembangan senjata nuklir Negeri Komunis itu.

Presiden ke-44 AS itu juga memperingatkan Negeri Kim Jong-Un itu, bahwa mereka terancam isolasi lebih bila peluncuran roket satelit tersebut tetap dilakukan.

Roket Unha 3 yang akan membawa satelit Kwangmyongsong 3 dikabarkan akan diluncurkan dari Kota Cholsan antara tanggal 12 April hingga 16 April 2012. Peluncuran satelit ini dilakukan bertepatan dengan perayaan 100 tahun pendiri Korut, Kim Jong-Un.

Bagi Korea Selatan (Korsel) peluncuran satelit Korut, bertujuan sebagai upaya untuk mengembangkan rudal bersenjata nuklir. 
Bagi negara tetangga Korut itu, peluncuran satelit oleh Korut adalah bentuk provokasi serius untuk mengembangkan sarana pengiriman jarak jauh untuk senjata nuklir dengan menggunakan teknologi rudal balistik.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement