JAYAPURA – Selain enam korban mengalami luka, terdapat satu orang tewas dalam insiden penyerangan massa Komite Nasional Pembebasan Papua Barat (KNPB) kepada warga di Jalan Utama, kawasan pariwisata Kalokote. Namun identitasnya belum diketahui.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang tewas orang ini diduga anggota KNPB. Pada saat melakukan penyerangan, korban meloncat dari truk dan terinjak-injak.
Hingga saat ini pihak Kepolisian telah menangkap 48 orang yang diduga dari massa KNPB. Saat ini 48 orang tersebut tengah diperiksa secara intensif di polsek Sentani Kota.
hingga saat ini Kepolisian jajaran Polres Jayapura dibantu Brimob Papua masih berjaga-jaga dilokasi kejadian. Aparat keamanan berjaga dari sepanjang Kampung Harapan hingga Sentani Kota yang jaraknya lima Kilo meter. Sementara barang bukti yang berhasil disita yaitu anak panah dan senjata tajam, serta atribut bendera bintang kejora, dan bendera merah KNPB.
Sebelumnya Massa Komite Nasional Pembebasan Papua Barat (KNPB) melakukan aksi demonstrasi damai di Jayapura. Setelah aksi unjuk rasa berakhir, mereka membubarkan diri dan berencana pulang ke Sentani.
Di tengah perjalanan, massa yang berjumlah seratus orang berhenti Harapan, tepatnya di Jalan Utama, kawasan pariwisata Kalokote. Massa turun dan mengambil anak panah dan batu, mereka secara membabi buta menyerang siapa saja yang berada sepanjang Jalan Utama, kawasan pariwisata Kalokote.
Akibatnya enam orang warga menderita luka akibat aksi brutal massa. Ke enam orang tersebut yaitu Sunarso (39) seorang supir truk yang terkena panah dipunggung bagian belakang, Hamsal Kambe (20) terkena pahan dibagian lengan kiri, Roni Sihombing (35) terkena panah lengan sebelah kanan, Luki Witipo (25) terkena tikaman senjata tajam dibagian punggung, Imanuel Pakage (35) mendapatkan luka robek dipangkal leher. Tanius Salamabil (26) terkena tikam di bagian selangkangan kiri.
Sementara satu orang yang warga sipil lainya, belum diketahui identitasnya. Dia terkena panah dibagian dada sebelah kiri. Saat ini korban dirawat di Rumah Sakit Jowari, Kabupaten Jayapura.
(K. Yudha Wirakusuma)