JAKARTA – Alumni SMA 70 menyesalkan tawuran antara SMA 70 dengan SMA 6. Apalagi aksi tawuran dua musuh bebuyutan ini, menyakibatkan satu korban jiwa dan dua lainnya luka-luka.
“Saya menyesalkan aksi tawuran yang terbilang over, itu sudah kriminal, bukan lagi kenakalan remaja,” kata Muhammad Iksan, saat berbincang dengan Okezone, Senin (25/9/2012).
Lebih lanujut alumni angkatan 1996 ini, menambahkan, bahwa aksi tawuran di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, memang sudah terjadi secara turun temurun.
“Dari tahun 1986, kalau tawuran tidak pernah menggunakan senjata tajam. Paling hanya dengan tangan kosong. Dan baru kali ini aksi tawuran dengan SMA 6 menyebabkan korban jiwa,” terangnya.
Dia juga meminta agar tawuran antara kedua sekolah elit ini disudahi. “Kalau memang berdamai, saya menyarankan jangan hanya siswa saja, namun juga alumni juga diikutsertakan,” tukasnya.
Sebagaimana diberitakan, tawuran antara siswa SMA 6 dan SMA 70 kembali pecah di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.
Akibat peristiwa ini, seorang pelajar SMA Negeri 6 yang bernama Alawy Yusianto Putra, tewas dengan luka bacok di dada. Saat ini pihak Kepolisian masih meminta keterangan sejumlah saksi terkait tawuran tersebut.
(K. Yudha Wirakusuma)