Ruhut Tegaskan Tak Ada Bagi-bagi Uang di Kongres Demokrat 2010

Susi Fatimah, Jurnalis
Rabu 03 Oktober 2012 08:00 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Partai Demokrat membantah pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Umar Arsal, yang mengakui adanya bagi-bagi uang untuk peserta kongres Partai berlambang bintang mercy itu di Bandung, Jawa Barat, pada 2010 lalu.
 
"Waduh aku enggak enak bicara soal ini, aku sama-sama dengan mereka sebagai
 tim sukses Anas. Tapi urusan begituan aku enggak pernah dengar," ujar Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul kepada Okezone, Selasa (2/10/2012) malam.
 
Terkait KPK yang akan kembali memanggil Ketua Umum Partai Demokart, Anas Urbaningrum untuk dimintai keterangan terkait bagi-bagi uang tersebut, Ruhut mempersilahkan.
 
"Kami tidak boleh intervensi, diperiksa silahkan, KPK yang paling tahu," tuturnya.
 
Sebelumnya, Umar Arsal mengakui memang ada bagi-bagi uang untuk peserta kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat, pada 2010 lalu. Umar menyebut uang yang mengalir ke ratusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat sebagai uang transportasi peserta kongres.
 
"Itu uang pengganti transport," kata Umar Arsal di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Selasa (2/10/2012).
 
Namun, Umar menegaskan setelah uang transportasi itu tidak ada lagi aksi bagi-bagi duit seperti yang dituduhkan terpidana suap Wisma Atlet yang pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
"Lebih dari itu tidak ada lagi," tegas Umar Arsal.
 
Dalam sidang Muhammad Nazaruddin, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Minahasa Tenggara, Diana Maringka, mengaku pernah mendapat uang USD7.000, Rp 100juta, dan Rp30 juta dalam beberapa tahap saat kongres Partai Demokrat berlangsung.
 
Uang itu, kata Diana, untuk memenangkan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai."Uang itu dari Pak Umar Arsal dari tim sukses Pak Anas," ujar Diana di persidangan.
 
Di kesempatan yang lain, Muhammad Nazaruddin mengatakan di Kongres Partai Demokrat di Bandung Anas membagi-bagikan hampir USD7 juta kepada sejumlah dewan pimpinan cabang.
 
Menurut Nazar, uang USD7 juta tersebut berasal dari Adhi Karya selaku pelaksana proyek Hambalang. Selain itu, Nazaruddin mengungkapkan bahwa Anas membantu penyelesaian sertifikat lahan Hambalang yang sejak lama bermasalah.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya