WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan penundaan penyitaan rumah di beberapa daerah yang terkena imbas Badai Sandy. Pemerintah mengatakan, akan membantu warga mencari hotel sebagai tempat tinggal sementara dan membayar tagihannya.
"Kami tidak ingin keluarga korban (Badai Sandy) menjadi korban untuk kedua kalinya. Pertama oleh badai dan kemudian karena penyitaan rumah," ujar Menteri Perumahan AS Shaun Donovan, seperti dikutip Reuters, Selasa (6/11/2012).
Donovan mengatakan, pihak telah memerintahkan para pemberi kredit perumahan (Federal Housing Administration/FHA) memberikan moratorium dari penyitaan rumah selama 90 hari di wilayah yang terkena hantaman badai dahsyat tersebut. FHA pun memberikan bantuan kepada sepertiga dari kredit perumahan.
Badai Sandy menghantam pesisir timur AS pada 29 Oktober lalu. Wilayah seperti New Jersey dan New York menjadi daerah yang paling parah terkena dampak badai. Selain menewaskan lebih dari 100 warga, badai ini juga menghancurkan ribuan rumah dan beberapa di antaranya juga mengalami kerusakan berat.
Pihak Kementerian Perumahan AS pun akan menempatkan sekira 34 ribu warga New York dan New Jersey korban Badai Sandy di hotel dan motel. Mereka yang dianggap layak, akan ditempatkan di hotel tersebut hingga dicarikan pemecahan jangka panjang, seperti memberikan kemudahan untuk menyewa apartemen.
Biaya penginapan di hotel dan motel itu pun akan ditanggung oleh pemerintah, dibawah pengawasan program yang Badan Manajemen Bencana (Federal Emergency Management Agency/FEMA). Program ini disebut Transitional Shelter Assistance atau Bantuan Penampungan Transisi.
Hingga saat ini, lebih dari 32 ribu warga yang sudah mendaftar program ini. Menurut Menteri Donovan, bantuan ini diperkirakan menghabiskan dana hingga USD95 juta atau sekira Rp913,4 miliar (Rp9.610 per USD).
(Fajar Nugraha)