JAKARTA - Pernah enggak kita merasa jika manusia di era modern ini justru makin bodoh? Apalagi jika kita melihat peradaban masa lalu yang begitu maju, padahal ketika itu teknologi belum berkembang pesat. Nampaknya, pemikiran kita itu ada benarnya.
Hasil studi terbaru yang dilakukan Profesor Gerald Crabtree dari Stanford University menunjukkan, umat manusia masa kini lebih bodoh dan kurang memiliki kestabilan emosi dibandingkan para pendahulunya berabad-abad silam.
Dalam jurnal ilmiah yang dipublikasikan Trends in Genetics, Crabtree menulis bahwa jika masyarakat Yunani yang hidup pada masa 1.000 SM hadir di tengah-tengah kita sekarang, maka dia akan menjadi orang paling pintar secara intelektual dari kita semua.
"Saya juga menduga bahwa dia akan menjadi manusia yang paling stabil secara emosional di antara teman-teman dan kolega kita," demikian Crabtree, seperti dilansir Huffington Post, Rabu (14/11/2012).
Kok bisa? Crabtree berspekulasi bahwa di dunia yang serba nyaman ini, proses evolusi tidak berjalan intensif, dan mengarahkan pada pertumbuhan orang-orang yang makin bodoh.
Sementara itu, New York Daily News, Rabu (14/11/2012) menulis, Crabtree, profesor dalam bidang patologi dan perkembangan biologis itu memaparkan, puncak kecerdasan intelektual manusia hadir ketika manusia belum berkomunikasi secara verbal dan dalam kondisi tertekan untuk mencari cara agar tidak dimakan oleh hewan luar.
Menurut Crabtree, mode bertahan hidup mendorong kekuatan intelegensi seseorang. Tetapi, perkembangan pertanian dan kehidupan mungkin melemahkan seleksi alam pada kepintaran tersebut dan membuat manusia lebih bodoh.
Untungnya, kemunduran dalam daya kerja otak ini digantikan dengan kemajuan teknologi yang menjawab semua masalah kita, sebelum kita benar-benar menjadi bodoh.
Bahkan, parahnya lagi, Crabtree memprediksikan bahwa dalam 3.000 tahun yang akan datang, DNA manusia akan mengalami mutasi yang berbahaya dalam era serba mudah ini.
Penemuan Crabtree tidak serta merta diterima semua orang. Sebuah opini dalam New York Times mencantumkan bahwa rata-rata manusia masa kini memiliki nilai IQ 30 poin lebih tinggi dibandingkan para pendahulunya. Alih-alih menyatakan bahwa kita lebih pintar dari generasi sebelumnya, sang penulis menyatakan bahwa manusia masa kini "lebih modern" dalam pemikiran.
Profesor Steve Jones, seorang ahli genetik dari University College London skeptis dengan tori mutasi DNA Crabtree. "Saya bisa saja berdebat bahwa mutasi telah mengurangi agresi, depresi, bahkan ukuran alat kelamin kita, tapi tidak akan ada jurnal ilmiah yang mau mempublikasikannya. Mengapa mereka (Trends in Genetics-red) mempublikasikan hal ini (teori Crabtree-red)?" ujar Jones kepada The Independent.
(Rifa Nadia Nurfuadah)