Pendukung Anwar Nilai Penghina Habibie Kampungan

Fajar Nugraha, Jurnalis
Kamis 13 Desember 2012 12:40 WIB
Zainudin Maidin (Foto: The Star)
Share :

KUALA LUMPUR - Kelompok pendukung Anwar Ibrahim (Anwar Ibrahim Club/AIC) mengecam keras tulisan mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin di media Utusan Malaysia. AIC menilai sikap Zainudin itu kampungan.
 
"AIC melihat penulisan Zainudin atau lebih dikenal sebagai ZAM ini penuh rasa sombong dan marah, serta tidak menggunakan etika penulisan yang benar dan malas untuk menggali data sebenarnya untuk menerangkan keadaan," pernyatan AIC, seperti dikutip Keadilaan Daily, Kamis (13/12/2012).
 
AIC mengatakan, apa yang dilakukan oleh Zainudin ini menggambarkan Barisan Nasional -koalisi dimana Partai UMNO tempat Zainudin bernaung- panik menghadapi pemilihan umum mendatang.
 
"Zainudin Maidin sebagai seorang politisi veteran dan berpengalaman sebagai bekas editor grup Utusan, tidak menulis artikel itu semata-mata sebagai kolum bacaan biasa. Tetapi artikel itu ditujukan untuk menghabisi upaya politik dan peluang Dato Seri Anwar Ibrahim dan kekuatan Pakatan Rakyat (koalisi oposisi)," lanjut pernyataan AIC.
 
Sebagai pendukung Anwar, AIC juga mengkritik sikap diam Barisan Nasional yang tidak mengajukan permintaan maaf atas pemuatan artikel tesebut. Menurut mereka, tulisan dari seseorang anggota mereka yang telah menghina negarawan sekelas Habibie, secara tidak langsung menggambarkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tidak berpendidikan.
 
Mereka menilai hal ini adalah cara licik untuk menjatuhkan pihak oposisi Malaysia menjelang pemilu. Selain itu, perilaku Zainudin adalah bentuk pandangan pribadinya dan Barisan Nasional.
 
Bagi AIC apa yang telah ditulis oleh Zainudin, hanyalah bentuk artikel dengan cara penulisan yang bodoh dan kurang ajar. Tulisan itu pun bermaksud memperkeruh hubungan kedua negara tetangga.

(Fajar Nugraha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya