Thailand: Jangan Ada Lagi Rohingya!

Aulia Akbar, Jurnalis
Selasa 29 Januari 2013 14:02 WIB
Foto : warga Rohingya (The Hindu)
Share :

BANGKOK - Thailand mengancam akan memulangkan pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar dengan perahu dan menuju Negeri Gajah Putih. Angkatan Laut Thailand berjanji untuk menerapkan kebijakan yang tegas terhadap para pengungsi itu.

"Untuk saat ini, Angkatan Laut Thailand akan bertindak dengan lebih keras terhadap mereka (Rohingya) dan tidak akan mengizinkan mereka berlabuh," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Thailand Paradorn Pattanathabutr, seperti dikutip AFP, Selasa (29/1/2013).

"Bila kami menemukan mereka, kami akan memberikan mereka makanan, air, dan keperluan lainnya sehingga mereka bisa pergi ke tempat yang mereka tuju," imbuhnya.

Pada 26 Januari lalu, Pemerintah Thailand bersedia untuk memperpanjang menampung warga etnis Rohingya hingga enam bulan ke depan. Perpanjangan waktu penampungan dilakukan bersamaan dengan negosiasi yang dilakukan oleh Thailand dengan Myanmar.

Meski demikian, keputusan itu tetap ada di tangan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra namun Menteri Luar Negeri Surapong Tovichakchaikul mengatakan bahwa, tidak menutup kemungkinan para pengungsi itu akan dideportasi lagi. Berdasarkan data yang ada, sekira 1.390 warga etnis Rohingya berada di Thailand, yang sebagian besar berdomisili di wilayah Provinsi Songkhla yang berbatasan dengan Myanmar.

Thailand pun mengupayakan bantuan dari lembaga internasional seperi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi migran internasional dan Komite Internasional Palang Merah. Selain itu, Thailand juga membawa isu Rohingya ke Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Meski demikian, aparat kepolisian Thailand juga sempat dikabarkan menjual pengungsi-pengungsi itu ke sindikat perdagangan manusia. Mereka pun diminta melakukan kerja paksa di perbatasan Malaysia dan Thailand.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya