Ruhut: Ibas Dukung Anas Dilengserkan

Mustholih, Jurnalis
Senin 04 Februari 2013 06:47 WIB
Ruhut Sitompul (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA- Kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menyebut Sekretaris Jenderal partainya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendukung Anas Urbaningrum dilengserkan dari jabatan ketua partai. Menurut Ruhut, Ibas bersama petinggi partai bakal menggagas Kongres Luar Biasa Partai Demokrat.

"Kesabaran kami ada batasnya. Kami mau bangkit. Kami tidak main-main lagi. Ibas pun mendukung pelengseran Anas. Ibas akan mengantarkan pada pelaksanaan KLB," kata Ruhut saat dihubungi Okezone, Minggu 3 Februari malam.

Menurut Ruhut, KLB bakal digelar paling lambat akhir Februari. Ruhut menegaskan Anas Urbaningrum memang harus mundur. "Kami tidak mau menunggu lagi, Anas harus mundur," tegas Ruhut.

Ruhut mengaku sedang menunggu titah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk menyelamatkan partai. "Kita menunggu titah SBY untuk membenahi partai, dan kami akan mengamankan titah itu," ungkapnya.

Partai Demokrat seperti tidak kunjung reda dirundung perkara korupsi yang melibatkan kader-kadernya. Di mulai dari kasus suap Wisma Atlet yang menjungkalkan Muhammad Nazaruddin dari kursi bendahara umum partai, Angelina Sondakh kemudian menyusul dalam perkara penerimaan suap pembahasan anggaran proyek di Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Tamparan keras terus berlanjut setelah kader yang menjadi Menpora, Andi Mallarangeng, ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. Selain itu, sang ketua umum partai, Anas Urbaningrum, juga diduga terlibat pada  proyek yang sama.

Menurut Ruhut akibat kasus korupsi popularitas partai Demokrat terjun bebas. Berdasarkan survei terakhir, Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), jika posisi pertama jika pemilu dilakukan sekarang ditempati oleh Partai Golkar dengan 21,3 persen, PDI Perjuangan 18,2 persen, Partai Demokrat 8,3 persen, Partai Gerindra 7,2 persen, dan PKB 5,6 persen.

"Hasil survei saat ini sudah mencapai 8 persen dan kemungkinan akan turun terus. SBY sebagai pendiri dan penggagas Demokrat, saya mohon untuk membenahi partai," ungkapnya.

Ruhut mengaku satu setengah tahun terakhir selalu mendesak Anas mundur. "Jika dia ksatria, mestinya mundur. Selesaikan dulu masalah (dugaan terlibat korupsi) itu," terangnya.

Ruhut menilai apabila Anas masih menjadi Ketua Umum Partai, akan menjadi beban Demokrat untuk kembali menang pada Pemilu 2014.  Sebab, kata Ruhut, Demokrat bakal ditinggal pergi oleh basis pemilih. "Kalau seperti ini Demokrat tersandera. rakyat menganggap Demokrat partai korup. Anas kalau tidak punya budaya malu untuk mundur ya nanti kita mundurkan. Orang-orang di sekelilingnya harus legowo bila Anas mundur," tegas Ruhut.

Kursi Ketua Umum Partai Demokrat milik Anas Urbaningrum lagi-lagi digoyang dari dalam. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, mendadak mendesak Anas turun dari kursi ketua umum. Jero meminta Anas berjiwa besar untuk meletakkan jabatannya demi menyelamatkan Demokrat.

"Kalau dia (Anas) mau mundur ya bagus. Capek kita soalnya. Daripada partai hancur," kata Jero saat menggelar jumpa pers di kediamannya.

Usai menggelar jumpa pers, Ibas mendatangi kediaman Jero di Bintaro, Banten. Namun, Ibas tidak bersedia memberikan komentar terkait kedatangannya ke rumah Menteri ESDM itu.

Sementara Jero membenarkan bahwa antara dirinya dan Ibas juga terlibat pembicaraan terkait hasil survei SMRC yang mencatat bahwa Partai Demokrat hanya memperoleh delapan persen suara. Namun Jero enggan menyebutkan hasil pembicaraanya dengan Ibas terkait pemulihan citra Partai Demokrat. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya