TRENGGALEK- Konstituen Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyesalkan keputusan politik putra Presiden SBY itu mundur dari DPR. Sebab, lepasnya status sebagai wakil rakyat akan berpengaruh pada intensitas komunikasi Ibas di Daerah Pemilihan (Dapil).
“Timnya yang ada di Dapil juga tidak menduga hal itu. Saya juga belum tahu apakah tim Mas Ibas nanti tetap bekerja seperti biasa atau bagaiamana," kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek, Lamuji, Kamis (14/2/2013).
Sebagai kader Partai Demokrat di Dapil VII tempat Ibas berkomunikasi, Lamuji mengaku terkejut. Sebab, sebelumnya dia tidak melihat tanda-tanda jika Ibas akan mundur dari kursi DPR. Dia juga baru tahu kabar itu dari pemberitaan di media massa.
Ibas memulai karir politik pada 2009. Ibas mencalonkan diri sebagai wakil rakyat melalui Dapil VII Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi. Ibas memperoleh dukungan 327.097 suara.
Pada Konggres II Partai Demokrat, Ibas ditunjuk sebagai Sekjen mendampingi Anas Urbaningrum. Sementara di DPR, dia dipercaya sebagai anggota Badan Anggaran yang juga anggota Komisi I bidang hubungan luar negeri.
Mundurnya, Ibas sempat disebut-sebut karena akan menggantikan posisi Anas sebagai ketua umum. Tapi, Lamuji percaya, skenario itu tidak ada. Dia yakin, Ibas mundur dari DPR karena ingin konsentrasi di partai.
"Namun tentunya yang lebih tahu akan hal itu Mas Ibas sendiri," terangnya.
(Tri Kurniawan)