BOSTON – Polisi Boston mengaku siap untuk menjaga keamanan lomba maraton Boston tahun depan. Namun mereka meminta pesawat tanpa awak dikerahkan untuk mengawasi acara itu.
Kondisi keamanan lomba maraton Boston jadi perhatian petugas setelah terjadianya serangan bom Boston minggu lalu. Bom itu meledak di tengah acara lomba maraton yang dikunjungi banyak warga.
Ramainya acara membuat banyak korban yang berjatuhan. Petugas mencatat, tiga orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan bom tersebut.
“Mengerahkan senjata pesawat tanpa awak adalah ide yang bagus. Pesawat itu akan lebih efektif mengawasi acara dibandingkan mengerahkan helikopter,” ujar Komisioner Kepolisian Boston Edward Davis, seperti dikutip Washington Times, Kamis (25/4/2013).
Penggunaan pesawat tanpa awak atau yang dikenal juga dengan istilah drone sebenarnya merupakan isu yang kontroversial di Amerika Serikat (AS). Walaupun lebih banyak digunakan sebagai alat intelijen, pesawat itu juga sering digunakan pemerintahan Barack Obama untuk menyerang kelompok militan di kawasan Timur Tengah.
Banyak juga pihak yang melarang penggunaan pesawat tanpa awak di dalam negeri. Mereka menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran privasi karena setiap gerak-gerik warga akn diawasi oleh pesawat itu.