Ada "Nyai Roro Kidul" di Universitas Jember

Margaret Puspitarini, Jurnalis
Rabu 06 November 2013 12:03 WIB
Foto : Lomba mendongeng cerita rakyat di Unej/Unej
Share :

JAKARTA - Universitas Jember (Unej) punya cara tersendiri untuk memperingati hari jadi mereka yang ke-49. Salah satunya dengan menggelar Lomba Mendongeng Cerita Rakyat bagi pelajar SMA, SMK, dan MA se-eks Karisidenan Besuki.

Mendongeng atau storytelling adalah kebiasaan turun-temurun yang dilakukan para leluhur sebagai pengantar tidur atau pengisi waktu luang sembari berinterksi dengan sang anak. Dongeng mengandung keteladanan, kebaikan, kejujuran, dan kelucuan.

Pada zaman sekarang sudah tidak banyak anak-anak yang mendengarkan dongeng dari orangtuanya. Hal itu dikarenakan orangtua sibuk bekerja, guru di sekolah pun tidak terbiasa bercerita, mendongeng atau menulis dongeng yang sesuai dengan kondisi dan perubahan zaman.

Maka, perlu ada upaya untuk menyelamatkan seni-seni tradisional salah satunya dongeng cerita rakyat. “Dongeng menjadi salah satu media dalam melakukan tranformasi nilai-nilai budi pekerti yang dilakukan oleh orangtua pada anak-anaknya,” kata Ketua Panitia Pelaksana Novi Anoegrajekli, seperti dilansir oleh Okezone, Rabu (6/11/2013).

Novi menambahkan, sebagai lembaga perguruan tinggi Unej melalui Pusat Penelitian Budaya Etnik dan Komunitas kini mulai melakukan upaya pelestarian budaya tradisional. “Salah satu upaya yang kami lakukan dalam rangka melestarikan budaya tradisional adalah dengan menampilkan dan menggelar lomba kesediaan dan budaya tradisional seperti yang sekarang sedang kami gelar,” paparnya.

Beragam dongeng yang ditampilkan oleh para peserta lomba yang berjumlah 81orang itu. Mulai dari fabel, mite, legenda, sage, parabel, dongeng jenaka serta cerita berbingkai yang memunculkan tokoh binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda alam.

Cerita tokoh ajaib seperti Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Puteri Buih, dan tokoh pahlawan yang munculkan tokoh karakter dan posisi moralitas juga turut diceritakan oleh peserta. Dongeng jenaka yang lazimnya menggambarkan tokoh orang yang bodoh, malas, atau cerdik, seperti cerita hal Abu Nawas menjadi hiburan menarik bagi para peserta dan penonton yang hadir.

(Margaret Puspitarini)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya