Percuma Pasang Gambar Seram di Bungkus Rokok

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis
Sabtu 28 Juni 2014 14:21 WIB
Pencantuman gambar menyeramkan di bungkus rokok kurang berpengaruh. Sebab, kesadaran untuk berhenti merokok harus berasal dari individu masing-masing. (Ilustrasi: Reuters)
Share :

JAKARTA - Kesadaran masyarakat untuk berhenti merokok khususnya di Indonesia sangat minim. Bagaimana tidak, anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) saja sudah mulai merokok, apalagi kelak dewasa nanti.

Jika mencoba-coba merokok, maka kita akan ketagihan. Sebab, rokok tersebut mengandung zat-zat yang membuat ketagihan dan kecanduan untuk terus dan terus merokok.

Oleh karena itu, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28, pemerintah mencoba menekan angka perokok dengan mewajibkan peringatan bahaya merokok bagi kesehatan dengan gambar yang menyeramkan pada bungkus rokok.

Menurut mahasiswi dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Retno Trijayanti, sebenarnya pencantuman gambar menyeramkan tersebut kurang berpengaruh. Sebab, kesadaran untuk berhenti merokok harus berasal dari individu masing-masing.

"Banyaknya event semacam konser musik yang disponsori oleh rokok juga terkesan sama aja, makin membuat perokok tidak berpikir untuk sadar," ujar Retno saat dihubungi Okezone, Sabtu (28/6/2014).

Harusnya, mahasiswi angkatan 2010 itu melanjutkan, pemerintah membatasi peredaran rokok mulai dari iklan dan produksinya. Apalagi rokok di Indonesia masih tergolong murah dan mudah didapatkan, beda dengan di negara lain.

"Pencantuman gambar peringatan juga tidak seperti di luar negeri, gambarnya kurang membuat sadar pengguna rokok di Indonesia," ucapnya.

Namun mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK), Dedy Setiawan setuju dengan ketentuan tersebut. Bahkan, kata Dedy, jika perlu gambarnya benar-benar nyata menunjukkan organ-organ yang rusak karena rokok.

"Bisa juga dikasih cerita-cerita singkat dari orang-orang yang sakit karena rokok," ungkapnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya