Komnas HAM Usut Demo Bentrok di KPU Jatim

Nurul Arifin, Jurnalis
Senin 18 Agustus 2014 11:23 WIB
Pendukung Prabowo-Hatta terluka saat bentrok dengan petugas (Nurul A/okezone)
Share :

SURABAYA - Buntut demo bentrok di halaman Kantor KPU Jatim, Jalan Tenggilis, Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, membuat Komnas HAM harus turun lapangan.

Ini didasarkan atas pelaporan Tim Merah Putih ke Komnas HAM, terkait bentrok massa dengan aparat Kepolisian hingga terjadi insiden pemukulan kader Partai Gerindra oleh anggota Polisi.

Setiba di Surabaya, komisioner Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron bersama tim mencari keterangan terkait peristiwa bentrokkan itu.

Dua orang korban pemukulan yakni Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo M Rifai dan kader Tunas Indonesia Raya (Tidar) Marsekan Ibrahim, juga dihadirkan menyampaikan langsung kronologis peristiwa pemukulan yang terjadi ketika demo tersebut.

Muhammad Nurkhoiron mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan terkait peristiwa tersebut.

"Ini adalah Quick Respons pengaduan dari Partai Gerindra. Komnas HAM akan menemui Kapolda Jatim untuk mencari keterangan terkait peristiwa ini. Hal ini dilakukan agar tidak ada keterangan sepihak," kata Nurkhoiron.

Pihaknya akan mencari tahu motif pemukulan oknum aparat Kepolisian saat mengamankan aksi unjuk rasa kader Gerindra itu. Komnas HAM akan mencari tahu apakah ada unsur kesengajaan, spontanitas atau memang protap dari atasan seperti itu.

"Apalagi juga ada pengaduan bahwa saat menghalau massa aksi, ada polisi yang menyeletuk 'ayo maju jangan takut sama Kopassus'. Ini kan harus dikroscek kepada Kapolda Jatim dan Kapolrestabes Surabaya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Soepriyatno mengatakan, sikap dari Komnas HAM ini sangat cepat dalam menyikapi persoalan itu. Ia mengapresiasi atas respon tersebut.

"Pelaku pemukulan kader kami harus diusut tuntas, ini karena saat demo adalah aksi damai sejak awal. Kami ingin menyampaikan aspirasi politik yang dilindungi undang-undang di depan Kantor KPU Jatim," tukas Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Sebelumnya, Pendukung Prabowo-Hatta terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian saat demo di depan kantor KPU Jawa Timur, Jalan Tenggilis, Surabaya pada Rabu 6 Agustus lalu.

Bentrokkan itu dipicu massa pendukung Prabowo-Hatta yang ingin menyampaikan orasi di depan kantor KPU Jatim, namun aparat Kepolisian menghadang sehingga terjadi bentrok. Seorang pendukung Prabowo-Hatta terluka parah karena pukulan polisi.

Dia diketahui berasal dari Tunas Indonesia Raya (Tidar) Marsekan Ibrahim. Dan yang menderita luka ringan adalah Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo bernama M Rifa'I saat menyelamatkan rekannya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya