SURABAYA - Aldo, salah satu bayi kembar siam yang baru-baru ini menjalani operasi pemisahan, menghembuskan nafas terakhir di Gedung Pusat Bedah Terpadu (GPBT) RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, sore tadi. Aldo menderita kelaian jantung bawaan yang komplek.
Kematian Aldo yang secara mendadak itu sempat mengejutkan tim dokter. Pasalnya, Aldo diprediksi dapat bertahan dibanding Aldi, saudara kembarnya, karena kondisi Aldo jauh lebih baik.
“Di luar dugaan, sekitar pukul 03.15 WIB tadi, Aldo meninggal,” ujar ketua tim yang menangani bayi kembar, dr Agus Hariyanto di rumah sakit, Kamis (21/8/2014).
Berbagai upaya sudah dilakukan tim dokter untuk menyelamatkan nyawa Aldo, namun tidak berhasil. Kematian Aldo diduga karena kelainan jantung bawaan yang sangat komplek dan berat.
Sementara itu, Sukoto dan Puji Astutik, orangtua Aldi-Aldo, tidak mampu menutupi kesedihan. Keduanya menolak usulan autopsi yang diajukan pihak rumah sakit untuk mengetahui penyebab meninggalnya Aldo.
Setelah disucikan, jenazah Aldo langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Dusun Sri Katon, Banjarejo Pudak, Kabupaten Ponorogo untuk dimakamkan. Aldi-Aldo lahir pada 11 Juni 2014 lalu.
(Risna Nur Rahayu)