JAKARTA - Kita akan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dalam beberapa bulan lagi. Yup, mulai 2015 mendatang, anak muda Indonesia harus siap bersaing dengan anak muda dari penjuru Asia Tenggara dalam pasar tenaga kerja.
Sayangnya, belum semua anak muda Indonesia siap. Bahkan, menurut President Director PT Siam Cement Group (SCG) Indonesia Shatit Yindeepit, ada beberapa hal yang harus jadi perhatian.
Soal bahasa Inggris, kata Shatit, kemampuan anak muda Indonesia bisa diadu. Begitu juga soal budaya.
"Kemiripan latar belakang budaya Indonesia dengan negara Asia Tenggara lain seperti Thailand membuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia akan lebih mudah bekerjasama dengan SDM negara lain," ujar Shatit di kantor SCG Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Namun, imbuhnya, kecepatan kinerja SDM Indonesia masih kurang. Nah, ini perlu diperhatikan baik-baik.
Dia memperhatikan, jika dibandingkan dengan tenaga kerja dari Vietnam, maka kinerja SDM Indonesia masih kalah jauh.
"Ketika lulus kuliah, anak muda Indonesia harus mempersiapkan diri untuk bekerja dalam lingkungan multibudaya karena akan banyak tenaga kerja asing masuk Indonesia," imbuhnya.
Inilah yang dilakukan Singapura dan Filipina. Pemerintah kedua negara itu mempersiapkan SDM-nya untuk bekerja di di luar negeri sejak dini. Thailand sendiri, kata Shatit, mempersiapkan diri menghadapi AEC 2015 melalui peningkatan kompetensi SDM. Salah satu langkah yang diambil perusahaannya adalah merekrut tenaga kerja asing seperti dari India, dengan kemampuan bahasa Inggris lebih baik supaya pekerja lokal Thailand belajar dari mereka
"Hal ini penting tidak hanya untuk mempersiapkan SDM Thailand bekerja di luar negeri, tetapi juga untuk menghadapi arus investasi di Thailand," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)