BANDUNG - Tak lama lagiedi 'Miing' Gumelar segera pensiun alias mengakhiri masa jabatannya sebagai anggota Komisi X DPR RI. Namun mantan anggota grup lawak Bagito itu masih menyimpan ganjalan agar RUU Kebudayaan disahkan menjadi UU Kebudayaan.
Jika RUU tersebut disahkan, dia berharap bisa menjadi acuan agar kebudayaan Indonesia bisa terpelihara. Menurut dia, kebudayaan akan ikut menentukan maju atau mundurnya suatu negara.
“Tidak ada bangsa yang hancur karena tsunami, ekonomi resesi, atau bahkan perang. Tapi kalau budayanya habis, peradaban suatu bangsa itu selesai,” terang Dedi.
Dia menegaskan, suatu negara yang ekonominya hancur masih bisa bangkit. Begitu pula dengan bangsa yang hancur karena bencana atau perang. Namun bila kebudayaannya yang hancur, maka akan sangat sulit bangkit.
Hal itu yang membuat Dedi gerah. Karena itu dia dan beberapa rekannya di DPR menyuarakan agar ada UU yang mengatur tentang kebudayaan. Salah satu poin dalam UU tersebut adalah dibentuknya Kementerian Kebudayaan.
Selama ini, Kementerian Kebudayaan seolah menjadi anak tiri dan menumpang dari satu kementerian ke kementerian lain. Padahal Kementerian Kebudayaan idealnya berdiri sendiri agar lebih fokus bekerja mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan budaya.
Dedi mengatakan, RUU tentang Kebudayaan pun sudah diparipurnakan bahkan sudah disampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun hingga kini belum ditindaklanjuti.
“Tanyakan pada Pak Presiden, kami menunggu suratnya. Tinggal ditandatangani Pak SBY, dikirim (ke DPR) diperintahkan untuk dibahas, selesai itu urusan,” jelas pria yang juga tergabung dalam Panja RUU Kebudayaan itu.
Meski begitu, dia mengaku akan berusaha memperjuangkannya pada sisa masa jabatannya. Sebab dia tidak akan bisa bertindak sendiri karena dalam politik dikenal sistem kolektif kolegial.
“Saya tidak akan henti-hentinya melalui teman-teman media mendorong bahwa saya pesan kalau bahasa anak sekarang, please deh kebudayaan jangan jadi subordinasi dari dimensi yang lain. Please deh kebudayaan jangan dimarjinalkan,” tandasnya.
(Dian AF)