JERUSSALEM – Dua warga palestina bersenjatakan pisau dan senjata api menyerang sebuah Sinagog di Jerussalem, Israel pada Selasa waktu setempat. Empat orang dilaporkan tewas dalam insiden ini dan para pelaku langsung dieksekusi mati oleh kepolisian setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga korban tewas berkewarganegaraan ganda Amerika-Israel dan satu lagi berkebangsaan Inggris-Israel. Mereka adalah Aryeh Kupinsky (43), Cary William Levine (55), Mosheh Twersky (59), dan Avraham Shmuel Goldberg (68).
Salah seorang saksi mata di Sinagog the Kehillat Bnei Torah, Yosef Posternak menuturkan, terdapat 25 orang yang tengah beribadah ketika terjadi serangan. "Saya menyaksikan seseorang melepaskan tembakan. Kemudian salah satu pelaku juga melakukan penyerangan menggunakan pisau," ujar Yosef Posternak kepada Radio Israel, seperti dikutip dari Reuters.
Foto-foto korban penyerangan yang dilansir pemerintah Israel menunjukkan para korban berlumuran darah, pisau penyerang yang tergeletak di lantai, serta buku-buku peribadatan terciprat darah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai salah satu pemicu serangan ini dan menyebut aksi pembunuhan ini sebagai bagian dari pertempuran di Jerusalem. "Sebagai sebuah negara kami tidak akan tinggal diam melawan teroris dan para pendukungnya," ujar Netanyahu seraya mengutuk serangan terhadap warganya.
Lontaran serupa juga disampaikan Presiden AS Barack Obama dari Gedung Putih. "Saya mengutuk serangan terhadap para jemaat di Sinagog di Jerusalem, yang mengakibatkan empat orang tewas dan melukai sejumlah orang,” ujarnya.
(Muhammad Saifullah )