KUMAI - Komandan Kompi Badan SAR Nasional Special Group (BSG), Charles Batlajery mengungkapkan kekecewaannya lantaran Kapal KN SAR 101 Purworejo, hingga kini belum sampai ke titik pencarian pesawat AirAsia QZ8501.
"Ya kecewa, belum bisa (menyelam), lantaran cuaca yang juga kurang baik," ungkap Charles di atas Kapal KN SAR 101, Jumat 2 Januari 2015.
Dia berharap, cuaca di sekitar lokasi cerah agar kapal KN SAR 101 dapat sampai ke titik lokasi dugaan pesawat rute Surabaya-Singapura tersebut jatuh. "Ya minimal kita turunkan alat di koordinat yang disebutkan tadi, untuk memastikan ada pesawat (AirAsia) atau jenazah dan serpihan-serpihannya. Cuma enggak sempat," sesalnya.
Alat yang dimaksud Charles yakni, Remote Operating Vehicle (ROV) atau alat deteksi bawah laut. Alat ROV ini bisa mendeteksi logam maupun tubuh manusia dengan jangkauan sonar 60 meter.
Untuk informasi, sebelumnya Kapal KN SAR Purworejo ini, sudah bergerak dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai sejak pukul 05.00 WIB menuju titik pencarian.
Namun sekira pukul 13.00 WIB, Kapten Kapal, Adil Triyanto memutuskan untuk memutar haluan kapalnya ke Pelabuhan Kumai. "Kita harus putar balik, karena ombaknya terlalu besar. Ada yang satu, ada yang dua hingga tiga meter ketinggian ombaknya," tutur Adil.
Adil mengungkapkan kekecewaannya, lantaran kapal yang dikemudikannya itu terpaksa putar balik. "Padahal satu jam lagi kita sudah tiba di lokasi," ujarnya.
Selama perjalanan, kapal KN SAR 101 Purworejo menemukan benda-benda mencurigakan berwarna hitam dan benda berwarna putih seperti jerigen. Namun ketika didekati, benda-benda tersebut hanyalah serpihan kayu dan tempat deterjen.(sna)
(Rizka Diputra)