"Jokowi sepertinya cenderung bagi-bagi kekuasan sehingga mulai menimbulkan masalah, awalnya kan diharapkan koalisi tanpa syarat, sekarang rasanya kok semua kelompok yang mendukung diakomodir," ujarnya.
Apabila hal itu terus berlanjut, Gun Gun khawatir akan terdapat resistensi publik, dimana publik semakin tidak percaya dengan keputusan-keputusan presiden yang dibuatnya. Contoh resistensi itu, lanjut Gun Gun sudah dapat dilihat saat ini dimana Jokowi memilih Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, namun saat bersamaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka bagi Budi Gunawan.
"Apa bentuk resistensi publik itu? Contohnya penentangan pencalonan BG (Budi Gunawan), karena orang kan inginnya presiden mencalonkan seseorang yang tidak terkena masalah hukum," pungkasnya.
Gun Gun pun berharap pasca 100 hari ini, Jokowi dapat bekerja keras dan lebih cerdas dalam menjalankan pemerintahan. Jokowi pun diharapkan melakukan evaluasi terutama lebih mendengarkan aspirasi-aspirasi masyarakat sehingga publik dapat kembali menaruh kepercayaan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Makanya butuh kerja keras dan cerdas untuk merespon setelah memasuki 100 hari ini caranya harus dengarkan aspirasi masyarakat," tutupnya.
(Carolina Christina)