JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Nurdin Halid mengungkapkan pelaku pemalsuan mandat penyelenggaraan Munas Golkar di Ancol, Jakarta diiming-imingi sejumlah uang.
Pemalsuan itu, menurut Nurdin dilakukan oleh Sekretaris Golkar Provinsi Banten yang memalsukan tanda tangan Ketua Golkar Pandeglang, Banten.
"Jadi yang memalsukan itu dari Sekretaris Golkar Provinsi Banten. Yang dipalsukan adalah tanda tangan Ketua Golkar Pandeglang," kata Nurdin, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2015).
Menurut Nurdin bukti pemalsuan tersebut diperkuat dengan pernyataan saksi yang mengaku telah melakukan manipulasi yang diiming-imingi sejumlah uang dari Golkar versi Munas Ancol untuk melakukan hal tersebut.
"Kenapa mau memalsukan, karena dia dijanjikan Rp500 juta, tetapi yang dia terima cuma Rp100 juta. Nah, kemudian dipotong lagi oleh penghubungnya itu," ucap Nurdin.