ABUJA – Pemilihan presiden (pilpres) sedang berlangsung di Nigeria. Salah seorang utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kelompok militan Boko Haram tidak mampu menganggu pilpres di Nigeria.
Boko Haram merupakan sebuah kelompok militan yang sangat kejam. Gerakan radikal dari Nigeria itu telah membunuh ribuan orang dalam serangan yang berlangsung selama enam tahun. Boko Haram belum lama ini sudah mengungkapkan kesetiaan ke ISIS.
"Kesetiaan Boko Haram baru-baru ini ke ISIS baik untuk alasan publisitas atau memperoleh dukungan dari kelompok itu, menjadi perhatian khusus. Karena ini memberi sinyal jelas bahwa agenda Boko Haram melampaui Nigeria," kata Mohammed Ibn Chambas, utusan PBB untuk Afrika Barat.
Sejak awal tahun ini, pasukan keamanan Nigeria memang mendapat serangan dari Boko Haram. Hal tersebut memaksa Pemerintah Nigeria memutuskan untuk menunda pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari berubah menjadi 28 Maret.
Hasil pilpres Nigeria tahun ini diprediksi akan berlangsung ketat mengingat berakhirnya kekuasaan militer pada 1999. “Boko Haram tidak mampu menghentikan proses pemilihan,” sambung Chambas kepada Reuters, Selasa (31/3/2015).
(Hendra Mujiraharja)